Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Terjebak di Level Psikologis US$4.000, Pasar Menanti Kejutan The Fed

08:09 27 October in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (27/10/2026) di tengah sikap hati-hati investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pekan ini. Ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat membuat pelaku pasar memilih menahan posisi, sehingga pergerakan emas cenderung stagnan setelah mengalami tekanan besar dalam beberapa pekan terakhir. [newsmaker.id]

Emas spot (XAU/USD) tercatat melemah tipis 0,2% ke level US$4.007,66 per troy ounce pada pukul 07.47 waktu Singapura. Meski demikian, harga masih mampu bertahan di atas area psikologis US$4.000 setelah sebelumnya menguat 0,5% pada sesi perdagangan sebelumnya. Pergerakan yang relatif datar ini mencerminkan kehati-hatian investor yang masih menunggu kejelasan arah kebijakan bank sentral AS. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap logam mulia masih berasal dari kekhawatiran inflasi global yang dipicu tingginya harga energi. Walaupun harga minyak dunia melemah selama dua hari berturut-turut seiring munculnya optimisme terhadap upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran, risiko kenaikan biaya energi dinilai masih belum sepenuhnya hilang. Kondisi tersebut membuat pasar tetap memperhitungkan kemungkinan inflasi bertahan pada level tinggi. [newsmaker.id]

Selain faktor energi, emas juga terdampak oleh aksi jual di pasar saham teknologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah investor dilaporkan melepas kepemilikan emas untuk menutupi kerugian pada aset lain, sehingga tekanan jual ikut menjalar ke pasar logam mulia meskipun emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven. [newsmaker.id]

Fokus utama pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan moneter The Fed yang berlangsung pada 27-28 Oktober. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini hanya sekitar 10%, sehingga skenario mempertahankan suku bunga menjadi ekspektasi dominan. Namun, tingginya harga energi membuat kemungkinan pengetatan kebijakan tambahan sebelum akhir tahun masih tetap terbuka. [newsmaker.id]

Ketidakpastian tersebut menjadi hambatan bagi kenaikan harga emas. Sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga, emas biasanya kurang menarik ketika suku bunga bertahan tinggi karena investor lebih memilih instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih besar. [newsmaker.id]

Dari sisi teknikal, pasar emas saat ini berada pada fase krusial. Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered, Suki Cooper, menilai emas perlu membangun fondasi harga yang kuat untuk menghentikan tekanan jual yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Ia menyebut area US$3.886 sebagai level support penting yang perlu dipertahankan pasar. [newsmaker.id]

Jika support tersebut gagal bertahan, tekanan jual berpotensi kembali meningkat. Sebaliknya, kemampuan emas mempertahankan posisi di sekitar US$4.000 dapat menjadi sinyal awal proses pemulihan meskipun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi perubahan tren secara menyeluruh. [newsmaker.id]

Ke depan, arah pergerakan emas akan sangat bergantung pada hasil rapat kebijakan The Fed serta nada pernyataan yang disampaikan oleh ketua bank sentral tersebut. Sinyal yang lebih dovish berpotensi mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi, yang pada akhirnya dapat memberikan dukungan bagi harga emas. Sebaliknya, jika The Fed tetap mempertahankan sikap hawkish, tekanan terhadap logam mulia kemungkinan masih akan berlanjut. [newsmaker.id]

Dengan kondisi tersebut, level US$4.000 kini menjadi area yang sangat diperhatikan pelaku pasar. Mampukah emas menjadikan level tersebut sebagai pijakan untuk bangkit kembali, atau justru menjadi batas sebelum penurunan yang lebih dalam? Jawabannya kemungkinan akan mulai terlihat setelah keputusan The Fed diumumkan pekan ini. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment