Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Minyak Melemah di Tengah Harapan Damai AS-Iran, Pasar Tetap Waspadai Risiko Timur Tengah

08:05 27 October in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada perdagangan Selasa (27/10/2026), memperpanjang pelemahan untuk hari kedua berturut-turut. Tekanan terhadap harga muncul setelah meningkatnya optimisme bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dapat mereda melalui jalur diplomasi, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. [newsmaker.id]

Minyak Brent kontrak Desember tercatat turun 0,6% ke level US$115,15 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,5% menjadi US$101,28 per barel. Penurunan ini membuat harga minyak menjauh dari level tertinggi enam bulan yang sempat dicapai sebelumnya, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan berkembang menjadi perang skala besar. [newsmaker.id]

Sentimen positif datang setelah sejumlah pejabat tinggi dari Arab Saudi, Pakistan, dan Turki melakukan kunjungan ke Teheran untuk membahas kemungkinan penyelesaian konflik. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan dialog, sementara Iran dilaporkan menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan sejumlah pembatasan dari Amerika Serikat dalam waktu tujuh hari. [newsmaker.id]

Perkembangan diplomatik juga diperkuat oleh agenda pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dalam forum energi di Moskow. Pasar menilai langkah ini berpotensi membantu menciptakan stabilitas yang lebih besar bagi pasokan minyak global. [newsmaker.id]

Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan telah mencegat tiga drone di Riyadh dalam insiden yang dikaitkan dengan kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran. Di saat yang sama, ketegangan di Lebanon kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai potensi eskalasi konflik yang melibatkan Hezbollah. [newsmaker.id]

Dari sisi fundamental pasar, struktur harga Brent masih berada dalam kondisi backwardation, di mana harga kontrak jangka pendek lebih tinggi dibandingkan kontrak pengiriman berikutnya. Selisih harga kontrak terdekat mencapai sekitar US$5 per barel pada awal pekan, meningkat dibandingkan US$3,69 per barel pada pekan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekhawatiran pasar terhadap pasokan jangka pendek masih cukup tinggi meskipun harga sedang mengalami koreksi. [newsmaker.id]

Selain isu Timur Tengah, investor juga menyoroti sejumlah agenda penting seperti pemilu Israel, keputusan suku bunga Federal Reserve, dan pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah pasar energi dalam beberapa pekan mendatang. [newsmaker.id]

Ke depan, harga minyak diperkirakan masih bergerak volatil. Jika proses diplomasi menghasilkan kesepakatan konkret dan aliran pasokan kembali normal, harga berpotensi melanjutkan koreksi. Namun, setiap tanda kegagalan perundingan atau munculnya gangguan baru terhadap infrastruktur energi dapat dengan cepat mengembalikan sentimen bullish ke pasar. Dengan Brent yang masih bertahan di atas US$115 per barel, pasar menilai risiko pasokan global masih menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment