Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 | Harga Emas Tertekan, Pasar Menanti Keputusan The Fed

09:57 26 October in Gold
0 Comments
0

Jakarta – Harga emas dunia bergerak cenderung stabil pada perdagangan Senin (26/10), setelah mengalami tekanan tajam sepanjang pekan lalu. Pelaku pasar kini memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan menjadi faktor utama penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot berada di sekitar US$3.996,80 per troy ounce pada pukul 06.18 WIB. Posisi tersebut terjadi setelah logam mulia mencatat penurunan lebih dari 4% dalam sepekan terakhir, yang menjadi pelemahan mingguan terdalam sejak Juni. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap emas masih berasal dari tingginya ketidakpastian pasar energi global. Meski harga minyak mulai mengalami koreksi dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir, risiko gangguan pasokan energi akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan kesepakatan dengan Iran maupun opsi tindakan militer turut memengaruhi sentimen pasar. [newsmaker.id]

Di sisi lain, meningkatnya harga energi memperbesar risiko inflasi global. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi The Fed yang harus menyeimbangkan upaya mengendalikan inflasi dengan kebutuhan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, data terbaru menunjukkan sentimen konsumen AS turun ke level terendah dalam lima bulan terakhir, menambah kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi. [newsmaker.id]

Fokus investor kini tertuju pada rapat kebijakan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026. Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 10%, meskipun mayoritas pelaku pasar masih meyakini bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Namun, lonjakan biaya energi telah memicu spekulasi bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih mungkin dilakukan sebelum akhir tahun. [newsmaker.id]

Ekspektasi suku bunga tinggi menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi. Selain itu, tekanan yang terjadi pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga turut berdampak pada pasar logam mulia. Sebagian investor memilih menjual emas untuk memperoleh likuiditas dan menutup kerugian di pasar saham. [newsmaker.id]

Menurut analisis Newsmaker, prospek emas dalam jangka pendek masih menghadapi kombinasi tekanan dari inflasi, ketidakpastian geopolitik, serta arah kebijakan moneter AS. Area US$4.000 per troy ounce menjadi level psikologis penting yang saat ini diawasi pasar. Jika The Fed memberikan sinyal yang lebih hawkish dan imbal hasil obligasi AS kembali naik, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan. Sebaliknya, penurunan harga minyak, meredanya ketegangan di Timur Tengah, serta sikap kebijakan yang lebih lunak dari The Fed dapat membuka peluang pemulihan harga emas. [newsmaker.id]

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Newsmaker dan ditujukan untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment