Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Brent Tembus US$113, Ancaman Krisis Pasokan Dorong Harga Minyak

08:48 23 October in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia bertahan di level tinggi pada perdagangan Jumat (23/10/2026) setelah lonjakan tajam pada sesi sebelumnya. Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi faktor utama yang menopang harga minyak global. [newsmaker.id]

Kontrak berjangka minyak Brent tercatat turun tipis 0,2% atau 21 sen ke level US$112,96 per barel pada sesi Asia. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,3% atau 27 sen menjadi US$98,12 per barel. Meski mengalami koreksi, Brent masih bertahan di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir, menandakan sentimen bullish masih mendominasi pasar energi. [newsmaker.id]

Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran mengenai keamanan produksi dan distribusi energi di kawasan tersebut. Situasi semakin menjadi perhatian setelah Saudi Aramco dilaporkan melakukan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran di tengah meningkatnya konflik antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. [newsmaker.id]

Investor juga menyoroti risiko terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb, salah satu rute strategis perdagangan global yang menghubungkan Laut Merah dengan Terusan Suez. Gangguan di wilayah ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak dan komoditas energi ke berbagai negara, sehingga mendorong premi risiko dalam harga minyak. [newsmaker.id]

Dari Afrika Utara, tekanan pasokan datang dari Libya. Penutupan katup pipa minyak yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara menuju pelabuhan Zawiya menyebabkan penurunan produksi di kedua ladang tersebut. Gangguan ini semakin memperketat prospek pasokan global di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. [newsmaker.id]

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina. Rusia menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat pada November mendatang. Presiden Vladimir Putin telah bertemu utusan AS Steve Witkoff di St. Petersburg, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berharap proses negosiasi dapat dimulai pada awal November. Kemajuan diplomasi ini berpotensi memengaruhi prospek ekspor energi Rusia ke pasar internasional. [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak dalam jangka pendek diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi Libya, serta perkembangan negosiasi Rusia-Ukraina akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar. Dengan Brent yang masih berada di atas US$113 per barel, risiko krisis pasokan global tetap menjadi perhatian utama para pelaku pasar. [newsmaker.id]

No Comments

Post a Comment