Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Emas Anjlok di Bawah US$4.100, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

13:36 22 October in Gold
0 Comments
0

Jakarta – Harga emas dunia kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Logam mulia tersebut turun menembus level psikologis US$4.100 per troy ounce, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) akhir bulan ini. [newsmaker.id]

Berdasarkan data pasar, emas spot (XAU/USD) bergerak turun ke sekitar US$4.088,80 per troy ounce atau melemah sekitar 1,30%, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Penurunan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek suku bunga Amerika Serikat. [newsmaker.id]

Salah satu faktor yang membebani harga emas adalah risiko inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan potensi kenaikan biaya energi, yang dapat membuat inflasi bertahan lebih lama. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan tetap mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat dalam waktu lebih lama. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap emas menjadi semakin menarik karena terjadi saat indeks dolar AS (DXY) justru melemah sekitar 0,10% ke level 101,247, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 5,082%. Biasanya pelemahan dolar dan penurunan yield memberikan dukungan bagi harga emas. Namun kali ini, investor terlihat lebih fokus pada aksi ambil untung dan penyesuaian posisi menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral AS. [newsmaker.id]

Selain emas, pelemahan juga terjadi pada pasar logam mulia lainnya. Harga perak tercatat turun sekitar 2,71% menjadi US$56,405 per troy ounce, menunjukkan sentimen hati-hati yang meluas di sektor komoditas logam. [newsmaker.id]

Pasar kini menyoroti pertemuan kebijakan The Fed pada 27-28 Oktober 2026. Meskipun mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan tersebut, peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan emas. Ketidakpastian inilah yang mendorong investor menahan diri untuk menambah eksposur pada aset safe haven. [newsmaker.id]

Secara teknikal, area US$4.073 menjadi level support penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Sementara itu, rentang US$4.100 hingga US$4.135 berpotensi menjadi zona resistance awal apabila harga berhasil melakukan pemulihan. Di sisi lain, pelemahan dolar AS lebih lanjut, penurunan yield Treasury, atau sinyal kebijakan yang lebih dovish dari The Fed dapat menjadi katalis bagi rebound emas dalam jangka pendek. [newsmaker.id]

Untuk saat ini, perhatian investor tertuju pada kemampuan emas mempertahankan area support utama. Jika tekanan jual berlanjut, bukan tidak mungkin harga akan menguji level psikologis berikutnya di sekitar US$4.000 per troy ounce dalam waktu dekat. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment