PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Bergerak Datar di Tengah Tekanan Yield AS dan Lonjakan Harga Minyak
Jakarta, 20 Oktober 2026 – Harga emas dunia bergerak cenderung datar pada perdagangan sesi Asia, Selasa (20/10), bertahan di kisaran US$4.140 per troy ounce. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan tarik-menarik sentimen antara permintaan aset safe haven dan tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Dalam hampir tiga pekan terakhir, logam mulia bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Dukungan datang dari minat investor terhadap obligasi pemerintah AS, namun penguatan harga minyak global turut membatasi peluang kenaikan emas yang lebih signifikan. [newsmaker.id]
Tekanan utama bagi emas kembali muncul setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,15%. Kenaikan imbal hasil tersebut meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar yang menawarkan bunga, sehingga membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang kompetitif di mata investor. [newsmaker.id]
Pelaku pasar juga mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS. Meta dijadwalkan menjadi salah satu raksasa teknologi pertama yang merilis laporan kuartal ketiga, kemudian diikuti oleh Microsoft, Amazon, dan Google. Fokus investor tertuju pada besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), yang berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan arah pergerakan yield Treasury. [newsmaker.id]
Sebelumnya, kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi AI sempat mendorong investor mencari perlindungan di obligasi pemerintah AS sehingga yield mengalami penurunan. Namun apabila laporan keuangan menunjukkan investasi AI masih agresif, yield berpotensi kembali meningkat dan menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. [newsmaker.id]
Di sisi lain, pasar energi masih dibayangi risiko geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran bahwa Iran dapat memperluas blokade hingga kawasan Bab el-Mandeb dan Terusan Suez menimbulkan risiko gangguan pasokan energi global. Kondisi tersebut telah memberikan premi risiko pada harga minyak, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. [newsmaker.id]
Prospek Emas
Secara fundamental, emas saat ini berada dalam fase wait and see. Ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik masih memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven. Namun di sisi lain, kenaikan yield Treasury AS serta potensi berlanjutnya ekspansi investasi AI menjadi faktor yang dapat membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. [newsmaker.id]
Dengan The Fed memasuki periode blackout menjelang keputusan kebijakan berikutnya, pasar akan mencermati pergerakan yield AS, harga minyak, dan laporan keuangan perusahaan teknologi sebagai katalis utama yang menentukan arah emas selanjutnya. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments