Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Tertekan, Inflasi AS Panaskan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

08:24 15 October in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (15/10), setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed). Logam mulia tersebut bergerak di kisaran US$4.138 per troy ounce setelah merosot sekitar 1,3% pada sesi sebelumnya. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap emas muncul setelah data inflasi AS menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Harga Konsumen (CPI) September tercatat naik 0,6% secara bulanan, menjadi laju kenaikan tercepat sejak April. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh kenaikan biaya energi yang masih tinggi akibat gangguan pasokan global terkait meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. [newsmaker.id]

Data inflasi yang lebih panas dari ekspektasi membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed. Probabilitas pengetatan pada pertemuan Oktober meningkat menjadi sekitar 30%, mencerminkan kekhawatiran bahwa bank sentral AS masih harus berjuang untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%. [newsmaker.id]

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sementara dolar AS menguat ke posisi tertinggi dalam lebih dari setahun. Kombinasi kedua faktor tersebut semakin mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya. [newsmaker.id]

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data inflasi terbaru sebagai perkembangan yang mengecewakan. Ia juga menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah cukup restriktif untuk membawa inflasi kembali ke target jangka panjang The Fed. [newsmaker.id]

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam agenda pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bangkok. Pernyataan tersebut dinilai penting karena akan menjadi salah satu petunjuk terakhir sebelum memasuki masa tenang menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pada 27-28 Oktober. [newsmaker.id]

Pada perdagangan pagi waktu Asia, harga emas spot tercatat di level US$4.102,60 per troy ounce dan bergerak relatif stabil setelah tekanan tajam sehari sebelumnya. Sementara itu, perak diperdagangkan di US$55,53 per ounce setelah anjlok sekitar 6% pada sesi sebelumnya. [newsmaker.id]

Ke depan, arah pergerakan emas diperkirakan masih sangat bergantung pada perkembangan inflasi AS, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta dinamika imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Selama ekspektasi pengetatan moneter tetap tinggi, ruang penguatan emas diperkirakan masih terbatas. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment