PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Dolar AS Bertahan Menguat, Data Inflasi Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) masih mampu bertahan di zona positif pada awal pekan perdagangan Senin (12/10), melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama empat pekan beruntun. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada serangkaian data inflasi Amerika Serikat yang dinilai dapat menjadi faktor penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Perhatian utama pasar tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) September yang dijadwalkan pada Rabu, diikuti data Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Kedua indikator tersebut dipandang penting untuk mengukur kekuatan tekanan harga di ekonomi AS sekaligus memberikan gambaran mengenai langkah suku bunga bank sentral ke depan. [newsmaker.id]
Jika inflasi menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan pasar, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang tetap ketat berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield), yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan Dolar AS. [newsmaker.id]
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 83% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun demikian, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di kisaran 86%, menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya menutup kemungkinan adanya pengetatan kebijakan lanjutan sebelum akhir tahun apabila inflasi tetap tinggi. [newsmaker.id]
Di sisi lain, perkembangan pasar energi memberikan sedikit angin segar. Penurunan harga minyak dinilai dapat membantu meredakan tekanan inflasi global. Sebelumnya, Donald Trump menyatakan bahwa Rusia akan meningkatkan pasokan diesel ke pasar global dan mengungkapkan adanya kesepakatan energy ceasefire antara Rusia dan Ukraina. Jika pasokan energi meningkat dan harga minyak terus menurun, tekanan inflasi berpotensi mereda sehingga kebutuhan kenaikan suku bunga agresif juga dapat berkurang. [newsmaker.id]
Menurut pengamatan Newsmaker, arah pergerakan Dolar AS dalam pekan ini akan sangat ditentukan oleh hasil data inflasi. Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat Treasury yield sekaligus memperpanjang reli Dolar AS. Sebaliknya, jika inflasi menunjukkan perlambatan, investor berpotensi mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter sehingga membuka peluang koreksi pada DXY. [newsmaker.id]
Dengan demikian, rilis CPI pekan ini menjadi katalis utama yang akan menentukan apakah tren penguatan Dolar AS yang telah berlangsung selama empat minggu terakhir masih memiliki ruang untuk berlanjut atau mulai kehilangan momentum. [newsmaker.id]
No Comments