Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Sulit Bangkit, Investor Menanti Sinyal Baru dari The Fed

09:06 06 October in Gold
0 Comments
0

Harga emas masih kesulitan membangun momentum penguatan pada perdagangan Asia, Selasa (6/10), di tengah kuatnya dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Meski ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve mulai mereda setelah data tenaga kerja AS yang lemah, investor masih memilih menunggu petunjuk lebih lanjut dari risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) yang akan dirilis pekan ini. [newsmaker.id]

Emas diperdagangkan relatif stabil di kisaran US$4.140 per troy ounce. Namun, ruang kenaikan masih terbatas karena pasar obligasi kembali mengalami tekanan. Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh sekitar 5,35%, level tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit terkoreksi. Sementara itu, yield tenor 30 tahun sempat menembus 5,70%, juga menjadi level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. [newsmaker.id]

Kenaikan imbal hasil tersebut menjadi hambatan utama bagi logam mulia. Saat yield obligasi naik, investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan pendapatan tetap, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi berkurang. Kondisi ini membuat harga emas sulit memanfaatkan sentimen positif dari meredanya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter. [newsmaker.id]

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS terbaru memberikan alasan bagi pasar untuk percaya bahwa siklus kenaikan suku bunga The Fed mungkin mulai mendekati akhir. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) September menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya 29.000 pekerjaan, jauh lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar. Data bulan-bulan sebelumnya juga direvisi turun, memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. [newsmaker.id]

Menyusul data tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober turun drastis menjadi sekitar 22,7%, dari sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Penurunan ekspektasi suku bunga biasanya menjadi faktor positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost kepemilikan logam mulia. Namun, saat ini dampak tersebut masih tertutupi oleh tingginya yield obligasi dan penguatan dolar AS. [newsmaker.id]

Fokus investor kini tertuju pada publikasi FOMC Minutes yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu waktu setempat. Risalah rapat tersebut akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pandangan para pejabat Federal Reserve terhadap inflasi, kondisi ekonomi, serta perkembangan pasar tenaga kerja pasca kenaikan suku bunga sebelumnya. [newsmaker.id]

Apabila risalah menunjukkan semakin besarnya kekhawatiran bank sentral terhadap pelemahan pasar tenaga kerja, pasar dapat menafsirkan bahwa peluang kenaikan suku bunga tambahan semakin kecil. Skenario tersebut berpotensi menekan dolar AS dan yield Treasury, yang pada akhirnya dapat memberikan ruang bagi emas untuk melakukan pemulihan. Sebaliknya, jika nada yang muncul masih hawkish dan menegaskan komitmen menahan inflasi, tekanan terhadap emas berpotensi kembali meningkat. [newsmaker.id]

Analisis

Dalam jangka pendek, emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko penurunan yang relatif tinggi selama yield Treasury dan dolar AS bertahan di level elevated. Meskipun peluang rebound tetap terbuka berkat menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, pasar masih membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat berupa penurunan yield obligasi dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish.

Oleh karena itu, FOMC Minutes berpotensi menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan emas berikutnya. Jika hasilnya mendukung skenario jeda kenaikan suku bunga, emas dapat memperoleh momentum untuk bangkit. Namun selama pasar obligasi masih mendominasi sentimen, kenaikan harga emas kemungkinan akan tetap terbatas. [newsmaker.id]

Sumber: Newssmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment