Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Dolar AS Bertahan di Level Tertinggi Meski Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mulai Mereda

11:00 05 October in Business
0 Comments
0

Jakarta – Dolar Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang kuat pada awal pekan ini. Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar level 101, yang merupakan area tertinggi sejak April 2025, meskipun ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve mulai berkurang. [newsmaker.id]

Tekanan terhadap prospek kebijakan moneter The Fed muncul setelah rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September menunjukkan penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 29.000, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 90.000. Sementara itu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,2%, dan pertumbuhan upah tahunan melambat ke 3%, yang merupakan laju terendah sejak 2021. [newsmaker.id]

Data tersebut mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Saat ini, pasar memperkirakan peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober mendekati 80%, sedangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 69%. Secara fundamental, berkurangnya prospek pengetatan moneter biasanya menjadi faktor negatif bagi dolar karena dapat menurunkan daya tarik aset berbasis mata uang AS. Namun, realitas pasar menunjukkan bahwa dolar masih mampu mempertahankan penguatannya. [newsmaker.id]

Salah satu faktor utama yang menopang kekuatan dolar berasal dari kondisi Eropa. Euro masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap utang pemerintah dan ketidakpastian politik di Prancis. Situasi tersebut membuat investor mengurangi kepemilikan aset berbasis euro dan mencari alternatif yang lebih aman. Di saat yang sama, kenaikan harga energi juga memunculkan risiko inflasi yang dapat memperumit langkah kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). [newsmaker.id]

Selain faktor Eropa, pasar juga terus mencermati perkembangan di pasar obligasi AS. Yield Treasury yang masih bertahan di level tinggi memberikan dukungan tambahan bagi dolar. Imbal hasil obligasi yang menarik menjadikan aset berbasis dolar tetap diminati investor global, bahkan ketika peluang kenaikan suku bunga Fed mulai menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan dolar saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter, tetapi juga oleh dinamika inflasi, kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, dan sentimen di pasar obligasi global. [newsmaker.id]

Ke depan, arah dolar akan sangat bergantung pada data ekonomi AS berikutnya. Jika perlambatan ekonomi semakin terlihat dan yield Treasury mulai turun, maka momentum penguatan dolar dapat berkurang. Namun selama imbal hasil obligasi tetap tinggi dan euro masih dibayangi masalah fiskal maupun politik, dolar berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu aset favorit investor. Pasar kini menantikan rilis notulen FOMC (FOMC Minutes) untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed dalam beberapa bulan mendatang. [newsmaker.id]

Analisis Singkat

Secara teknikal dan fundamental, dolar masih memiliki dukungan yang cukup kuat meski data ketenagakerjaan menunjukkan pelemahan. Kombinasi tingginya yield Treasury dan tekanan terhadap euro membuat DXY tetap berada dalam tren yang positif. Namun, potensi koreksi tetap terbuka apabila data ekonomi AS berikutnya memperkuat pandangan bahwa siklus kenaikan suku bunga telah mendekati akhir. [newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment