PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Nikkei Koreksi, Inflasi Tokyo dan Lonjakan Harga Minyak Menekan Sentimen Pasar
Jakarta – Indeks saham Jepang Nikkei 225 ditutup melemah pada perdagangan Jumat (2/10), setelah investor merespons meningkatnya tekanan inflasi serta kenaikan harga minyak yang dipicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Indeks acuan tersebut turun sekitar 0,6% ke area 68.500, sekaligus mengakhiri reli yang berlangsung selama dua sesi perdagangan sebelumnya. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Sentimen negatif terutama datang dari lonjakan harga minyak dunia di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar menilai ketegangan geopolitik tersebut berisiko mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, yang pada akhirnya dapat kembali memicu tekanan inflasi global. [newsmaker.id]
Dari dalam negeri Jepang, investor juga mencermati data inflasi inti Tokyo yang naik menjadi 2,7% pada September. Angka tersebut melampaui target inflasi 2% yang ditetapkan Bank of Japan (BOJ) dan menjadi kali pertama dalam sembilan bulan inflasi berada di atas sasaran bank sentral tersebut. Kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong percepatan inflasi. [newsmaker.id]
Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar kembali berspekulasi mengenai arah kebijakan moneter Jepang ke depan. Dengan inflasi yang menunjukkan tanda-tanda penguatan, ruang bagi BOJ untuk mempertahankan kebijakan yang terlalu akomodatif dinilai semakin terbatas. [newsmaker.id]
Di sisi korporasi, perhatian pasar tertuju pada SoftBank Group yang menuntaskan tahap ketiga sekaligus terakhir dari investasi tambahan senilai US$10 miliar di OpenAI. Dengan penyelesaian investasi tersebut, total dana yang telah dikucurkan SoftBank ke perusahaan kecerdasan buatan itu mencapai sekitar US$64,6 miliar, setara dengan kepemilikan saham sekitar 13%. [newsmaker.id]
Meski demikian, kabar tersebut belum mampu mengangkat sentimen terhadap saham SoftBank. Saham perusahaan tersebut justru terkoreksi 3,8% pada perdagangan Jumat. Tekanan juga terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya, dengan Kioxia turun 2,3%, Taiyo Yuden melemah 3,3%, Fast Retailing terkoreksi 1,5%, dan Toyota Motor turun 1,8%. Pelemahan yang terjadi di berbagai sektor menunjukkan tekanan pasar yang cukup luas. [newsmaker.id]
Walaupun mengalami koreksi harian, kinerja Nikkei secara mingguan masih menunjukkan tren positif. Indeks tersebut tercatat berada di jalur kenaikan lebih dari 3% sepanjang pekan ini, sekaligus menjadi penguatan mingguan ketiga secara beruntun. [newsmaker.id]
Ke depan, fokus investor diperkirakan akan tertuju pada perkembangan harga energi global, dinamika inflasi Jepang, serta sinyal kebijakan dari BOJ. Ketiga faktor tersebut dinilai akan menjadi penentu utama arah pergerakan pasar saham Jepang dalam jangka pendek hingga menengah. [newsmaker.id]
SumberL Newsmaker
No Comments