PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Saham Chip Angkat Nikkei, Investor Cermati Keputusan Suku Bunga BOJ
Bursa saham Jepang dibuka menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), didorong oleh reli saham-saham sektor semikonduktor serta membaiknya sentimen global menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ). Indeks Nikkei 225 tercatat naik 487,45 poin atau 0,76% ke level 64.623,70 pada sesi pagi perdagangan di Tokyo. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Penguatan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi dan semikonduktor. Lasertec melonjak sekitar 5,3%, sementara Advantest menguat 3,9% pada awal sesi. Kinerja positif sektor chip tersebut menjadi motor utama kenaikan indeks di tengah meningkatnya optimisme investor terhadap saham teknologi global. [newsmaker.id]
Sentimen pasar turut mendapat dukungan dari penurunan harga minyak dunia yang membantu meredakan kekhawatiran terkait risiko pasokan energi dari kawasan Timur Tengah. Berkurangnya tekanan harga energi dinilai positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi serta margin perusahaan-perusahaan Jepang. [newsmaker.id]
Di sisi eksternal, penguatan bursa Jepang mengikuti performa solid pasar saham Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Nasdaq melonjak 1,7%, sementara S&P 500 naik 1,1% dan Dow Jones Industrial Average bertambah 316 poin. Kenaikan Wall Street didorong oleh turunnya harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), yang membantu mengurangi tekanan terhadap aset berisiko meskipun Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga. [newsmaker.id]
Dari pasar mata uang, dolar AS diperdagangkan di sekitar 156,15 yen, lebih tinggi dibandingkan 155,58 yen pada penutupan pasar Tokyo sebelumnya. Pelemahan yen memberikan keuntungan bagi eksportir Jepang karena meningkatkan nilai pendapatan luar negeri saat dikonversi ke mata uang domestik. Kondisi ini turut menjadi faktor pendukung bagi pergerakan pasar saham Jepang. [newsmaker.id]
Meski demikian, fokus utama investor saat ini tertuju pada hasil pertemuan kebijakan Bank of Japan. Pasar memperkirakan bank sentral Jepang akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, yang akan menjadi level tertinggi dalam 31 tahun. Karena ekspektasi tersebut telah banyak diperhitungkan oleh pelaku pasar, perhatian kini beralih pada pernyataan Gubernur Kazuo Ueda, khususnya terkait arah dan kecepatan kebijakan pengetatan moneter berikutnya. [newsmaker.id]
Dengan kombinasi dukungan dari sektor semikonduktor, membaiknya sentimen global, serta pelemahan yen, Nikkei berhasil memulai perdagangan dengan nada positif. Namun, pergerakan selanjutnya kemungkinan akan sangat ditentukan oleh sinyal kebijakan yang disampaikan BOJ setelah keputusan suku bunga diumumkan. [newsmaker.id]
No Comments