PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Nada Dovish Waller Dongkrak Harga Emas, Pasar Kurangi Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga emas dan perak mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9) setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memicu perubahan ekspektasi pasar terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Emas spot melonjak 1,92% menjadi sekitar US$4.471,10 per troy ons, sementara perak naik 2,49% ke level US$66,83 per ons. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Sentimen positif muncul setelah Waller menyampaikan bahwa dirinya cenderung mendukung suku bunga tetap apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Komentar tersebut mendorong pelaku pasar untuk memangkas peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September. Probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 50,4%, dibandingkan 63,2% pada hari sebelumnya. [newsmaker.id]
Perubahan ekspektasi kebijakan moneter itu langsung tercermin pada pasar obligasi. Yield Treasury AS tenor dua tahun turun ke 4,34%, sementara yield tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,77%. Turunnya imbal hasil obligasi, ditambah pelemahan dolar AS, mengurangi tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak, sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia. [newsmaker.id]
Meski demikian, sejumlah data ekonomi AS masih menunjukkan gambaran inflasi yang beragam. Indeks ISM Services PMI tercatat naik ke 55,4 pada Agustus, mengindikasikan aktivitas sektor jasa yang tetap kuat. Namun, indeks harga yang dibayar melonjak ke 72,6, level tertinggi sejak Oktober 2022, yang menandakan tekanan harga masih bertahan. Di sisi lain, indeks ketenagakerjaan sektor jasa tetap berada dalam zona kontraksi di level 47,8. [newsmaker.id]
Menurut analisis Newsmaker, prospek jangka pendek emas masih cenderung positif selama dolar AS dan yield Treasury melanjutkan pelemahan. Fokus pasar kini tertuju pada data Non-Farm Payrolls (NFP) AS. Jika hasil NFP lebih rendah dari perkiraan, peluang kenaikan emas berpotensi semakin besar karena pasar akan semakin yakin bahwa The Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Sebaliknya, data tenaga kerja yang lebih kuat dapat menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga dan memicu koreksi pada harga emas. [newsmaker.id]
Setelah rilis NFP, perhatian investor akan beralih ke data inflasi AS yang dijadwalkan pada 11 September. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah kebijakan The Fed sekaligus menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan harga emas global. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id [newsmaker.id], [newsmaker.id]
No Comments