Blog

PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Emas Bangkit, Data NFP AS Jadi Penentu Arah Pergerakan Selanjutnya

08:06 04 September in Gold
0 Comments
0

Jakarta – Harga emas melanjutkan pemulihan pada perdagangan sesi Asia, Jumat (4/9/2026), setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan September mendatang. Logam mulia diperdagangkan di kisaran US$4.470 per troy ons, didukung oleh melemahnya dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. [newsmaker.id]

Perubahan sentimen pasar terjadi setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyampaikan bahwa dirinya cenderung mempertahankan suku bunga apabila data inflasi berikutnya kembali menunjukkan tren perlambatan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran investor yang sebelumnya dipicu oleh sikap lebih hawkish dari Ketua The Fed, Kevin Warsh. [newsmaker.id]

Dampaknya, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September turun menjadi sekitar 50,2%, dari sebelumnya 63,2%. Penurunan ekspektasi tersebut menekan nilai tukar dolar AS serta imbal hasil Treasury, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. [newsmaker.id]

Meski demikian, Waller menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter berikutnya tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi, khususnya inflasi. Jika tekanan harga kembali meningkat dalam beberapa bulan ke depan, peluang kenaikan suku bunga masih terbuka. [newsmaker.id]

Fokus pasar kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat malam waktu Indonesia. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 56.000 lapangan kerja baru pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di 4,1%. [newsmaker.id]

Laporan ketenagakerjaan tersebut dinilai menjadi katalis utama bagi pergerakan emas dalam jangka pendek. Data NFP yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga, sehingga menekan dolar AS dan membuka peluang kenaikan emas melampaui level US$4.470 per troy ons. [newsmaker.id]

Sebaliknya, jika data ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari ekspektasi, pasar dapat kembali meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan memicu aksi ambil untung pada emas setelah reli pemulihan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. [newsmaker.id]

Dengan demikian, meskipun sentimen saat ini masih mendukung emas, arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh hasil laporan NFP yang menjadi indikator penting kesehatan ekonomi AS sekaligus acuan utama bagi langkah kebijakan moneter The Fed. [newsmaker.id]

Sumber: Newsmaker.id [newsmaker.id][newsmaker.id]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment