PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Bertahan di Atas US$4.600, Pasar Menanti Arah Kebijakan Kevin Warsh
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Kamis (27/8) dan bertahan di atas level psikologis US$4.600 per troy ons. Penguatan ini terjadi setelah logam mulia sempat mengalami tekanan akibat data inflasi Amerika Serikat yang masih menunjukkan tingkat harga relatif tinggi, sehingga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve masih memiliki peluang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Pada perdagangan terbaru, harga spot gold naik sekitar 0,6% menjadi US$4.619,54 per troy ons. Bahkan pada awal sesi perdagangan Asia, emas sempat mencatat kenaikan hingga 0,7% sebelum bergerak lebih stabil. [newsmaker.id]
Sebelumnya, reli emas selama lima hari beruntun terhenti setelah data inflasi AS memperlihatkan tekanan harga masih jauh dari target yang diinginkan Federal Reserve. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga. Sentimen ini sempat mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield), yang biasanya menjadi faktor negatif bagi emas. [newsmaker.id]
Meski demikian, tekanan terhadap emas tergolong terbatas. Sepanjang bulan Agustus, harga bullion masih mencatat kenaikan sekitar 14%. Kinerja kuat tersebut didukung oleh langkah Departemen Keuangan AS yang kembali melakukan program buyback Treasury tenor panjang. Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran terkait kondisi fiskal Amerika Serikat dan kembali menghidupkan narasi debasement trade, yaitu strategi investasi yang mengantisipasi pelemahan nilai mata uang akibat meningkatnya utang dan ekspansi fiskal. [newsmaker.id]
Dukungan lain juga datang dari arus investasi yang masih solid. Secara teknikal, harga emas tetap bergerak di atas moving average 200 hari, menandakan tren jangka menengah masih berada dalam jalur positif. Selain itu, ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg dilaporkan menerima tambahan lebih dari 28 ton dalam sepekan terakhir, menjadi arus masuk terbesar sejak Januari tahun ini. [newsmaker.id]
Perhatian pasar kini tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Investor menilai pidato tersebut sangat penting karena menjadi salah satu kesempatan pertama Warsh menyampaikan pandangan strategisnya terkait inflasi, suku bunga, dan arah kebijakan moneter AS ke depan. [newsmaker.id]
Jika Warsh memberikan sinyal yang cenderung hawkish atau mendukung peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat sehingga dapat menekan harga emas. Sebaliknya, apabila ia menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati terhadap pengetatan kebijakan, emas berpeluang melanjutkan tren naik dan menguji area resistance di kisaran US$4.650 hingga US$4.700 per troy ons. [newsmaker.id]
Dari sisi teknikal, emas saat ini masih berada dalam fase bullish-konsolidatif. Kemampuan harga bertahan di atas US$4.600 menunjukkan minat beli masih cukup kuat, meskipun pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang kejelasan arah kebijakan dari Federal Reserve. Dengan demikian, pergerakan emas dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat ditentukan oleh nada dan pesan yang disampaikan Kevin Warsh di Jackson Hole. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
Sumber: Newsmaker.id
No Comments