PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Harga Emas Bertahan di Dekat US$4.500, Didukung Langkah Buyback Obligasi AS
Jakarta, 20 Agustus 2026 – Harga emas tetap berada di kisaran tertinggi sepanjang sejarah setelah melonjak lebih dari 4% pada perdagangan sebelumnya. Logam mulia ini diperdagangkan di atas level US$4.500 per ons pada sesi Asia, didorong oleh kebijakan tak terduga Departemen Keuangan Amerika Serikat yang meningkatkan program pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah jangka panjang. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Langkah tersebut dianggap sebagai upaya pemerintah AS untuk meredam kenaikan biaya pinjaman setelah imbal hasil obligasi mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa skala operasi buyback untuk surat utang tenor 10 hingga 30 tahun akan ditingkatkan setidaknya dua kali lipat guna mendukung likuiditas pasar. [newsmaker.id]
Kebijakan ini membawa sentimen positif bagi pasar emas. Dukungan yang lebih besar terhadap pasar obligasi berpotensi menciptakan kondisi keuangan yang lebih longgar dan menekan biaya peluang kepemilikan aset non-yielding seperti emas. Pada saat yang sama, pemerintah AS juga mengungkapkan bahwa total utang publik negara tersebut telah melampaui US$40 triliun untuk pertama kalinya, memperkuat perhatian investor terhadap aset lindung nilai. [newsmaker.id]
Meski demikian, prospek kenaikan emas ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan. Tekanan inflasi yang berasal dari sektor energi berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut. Harga minyak masih bertahan tinggi di tengah ketidakpastian hubungan AS dan Iran terkait Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. [newsmaker.id]
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve bulan Juli menunjukkan lebih banyak pejabat bank sentral yang mendukung kenaikan suku bunga dibandingkan yang menentangnya. Sejumlah pejabat juga mengindikasikan kemungkinan pengetatan lanjutan apabila inflasi belum menunjukkan perbaikan yang memadai. Kondisi suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi faktor negatif bagi emas karena instrumen tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. [newsmaker.id]
Pada perdagangan pagi waktu Singapura, harga emas spot tercatat naik tipis sekitar 0,1% menjadi US$4.520,05 per ons. Sementara itu, harga perak menguat ke US$67,01 per ons, sedangkan platinum dan paladium juga mencatat kenaikan terbatas. Indeks dolar AS relatif stabil setelah mengalami penurunan pada sesi sebelumnya. [newsmaker.id]
Secara keseluruhan, kombinasi dukungan kebijakan fiskal AS, lonjakan utang pemerintah, serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas di level tinggi. Namun, arah berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi global dan kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments