Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Bertahan Kuat Setelah Data CPI AS Meredakan Tekanan Kenaikan Suku Bunga The Fed

08:02 13 August in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia bertahan di level tinggi setelah data inflasi Amerika Serikat (Consumer Price Index/CPI) menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali. Kondisi ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed), sehingga mendukung minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. [rifan-fina…akarta.com], [algoritmu.id]

Pada perdagangan terbaru, harga emas bergerak stabil di tengah sikap wait and see pelaku pasar. Investor mencermati arah kebijakan moneter AS setelah data CPI Juli menunjukkan kenaikan yang tidak terlalu agresif. Hasil tersebut membuat probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya menurun dibandingkan perkiraan sebelumnya. [algoritmu.id]

Berkurangnya ekspektasi pengetatan moneter menjadi sentimen positif bagi pasar emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas umumnya lebih menarik ketika prospek suku bunga tinggi mulai mereda. Penurunan tekanan suku bunga juga berpotensi melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dua faktor yang biasanya mendukung kenaikan harga emas. [algoritmu.id], [idvtmarkets.com]

Meski demikian, pasar masih menghadapi sejumlah ketidakpastian. Perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz, terus menjadi perhatian investor. Ketegangan di wilayah tersebut berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi dan kembali memicu tekanan inflasi global. Jika inflasi energi meningkat signifikan, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan sikap hati-hati terhadap suku bunga bisa menjadi lebih sempit. [rifan-fina…akarta.com], [idvtmarkets.com]

Analis menilai bahwa harga emas masih memiliki fondasi yang cukup kuat selama berada di atas area support penting. Sentimen positif dari data inflasi yang lebih lunak dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut. Namun, apabila harga minyak terus meningkat dan memicu lonjakan inflasi baru, pasar emas berisiko mengalami koreksi karena ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menguat. [rifan-fina…akarta.com], [idvtmarkets.com]

Dalam jangka pendek, fokus investor tetap tertuju pada data ekonomi AS berikutnya serta komunikasi pejabat Federal Reserve. Kedua faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter dan pergerakan harga emas ke depan. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga tetap terkendali, logam mulia diperkirakan masih memperoleh dukungan dari investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. [rifan-fina…akarta.com], [algoritmu.id]

Sumber acuan: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment