PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Brent Bertahan Dekat US$88, Defisit Pasokan Jadi Penopang Utama Harga Minyak
Harga minyak mentah Brent masih bertahan di sekitar level US$88 per barel di tengah kekhawatiran pasar terhadap kondisi pasokan global yang tetap ketat. Meskipun terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menekan harga, pelaku pasar masih menilai risiko defisit pasokan sebagai sentimen utama yang menjaga minyak tetap berada di level tinggi. [tradersunion.com], [idnfinancials.com]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Menurut berbagai laporan pasar energi, keseimbangan antara suplai dan permintaan global saat ini masih cenderung rapat. Penurunan persediaan di sejumlah wilayah serta gangguan distribusi dari beberapa kawasan produsen telah memperkuat pandangan bahwa pasokan minyak dunia belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan pasar. [idnfinancials.com], [equity-wor…praxis.com]
Di sisi lain, investor juga terus mencermati perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi aliran minyak global. Jalur distribusi energi strategis, termasuk kawasan Timur Tengah, masih menjadi perhatian utama karena setiap gangguan dapat memperburuk kondisi pasokan dan mendorong harga lebih tinggi. [equity-wor…praxis.com], [tradersunion.com]
Meski terdapat harapan bahwa peningkatan produksi dari beberapa negara dapat membantu menyeimbangkan pasar, kekhawatiran terhadap penurunan ekspor dan penyusutan stok global masih lebih dominan. Goldman Sachs bahkan menilai pasar minyak fisik menunjukkan kondisi yang relatif ketat dibandingkan ekspektasi yang tercermin pada pasar berjangka. [idnfinancials.com]
Selain faktor pasokan, pasar juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral. Perlambatan ekonomi berpotensi menekan permintaan energi, namun hingga saat ini dampaknya belum cukup kuat untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai keterbatasan suplai. [newsmaker.id], [idnfinancials.com]
Analis menilai selama defisit pasokan masih menjadi tema utama pasar, harga Brent berpeluang bertahan di area tinggi dan tetap sensitif terhadap perkembangan baru, baik dari sisi produksi, persediaan, maupun dinamika geopolitik. Dengan kondisi tersebut, volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan cukup tinggi dalam jangka pendek. [idnfinancials.com], [equity-wor…praxis.com]
Sumber inspirasi: Newsmaker.id
No Comments