Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Tembus US$4.400, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Selanjutnya

08:06 11 August in Gold
0 Comments
0

Harga emas melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Selasa (11/8), bahkan sempat menembus level psikologis US$4.400 per troy ons. Kenaikan ini memperpanjang reli yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir, didukung oleh kombinasi faktor teknikal serta meningkatnya ketidakpastian terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. [newsmaker.id]

Kinerja emas yang impresif tidak terlepas dari melemahnya data pasar tenaga kerja AS. Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) periode Juli menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, sehingga memunculkan ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut turut menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi aset safe haven seperti emas untuk menguat. [newsmaker.id]

Dari sisi permintaan, minat investor terhadap logam mulia juga tetap tinggi. Tekanan jual yang muncul saat harga terkoreksi relatif cepat diserap pasar melalui aksi beli. Selain itu, aliran dana ke produk ETF emas di China terus meningkat, sementara pembelian oleh bank sentral berbagai negara masih menjadi faktor pendukung utama yang menjaga permintaan fisik tetap solid. [newsmaker.id]

Meski demikian, perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut dipandang sebagai indikator penting yang dapat menentukan arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Pasar memperkirakan inflasi tahunan masih berada di kisaran 3,4 persen, sehingga realisasi data yang berbeda dari ekspektasi berpotensi memicu pergerakan signifikan di pasar keuangan. [newsmaker.id]

Jika angka inflasi lebih rendah dari perkiraan, pasar kemungkinan akan semakin yakin bahwa tekanan harga mulai mereda. Skenario ini dapat memperkuat peluang penurunan suku bunga atau setidaknya mengurangi kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Dalam kondisi tersebut, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$4.450 hingga US$4.500 per troy ons. [newsmaker.id]

Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mengubah sentimen pasar secara cepat. Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi menguat karena investor kembali memperhitungkan kemungkinan sikap hawkish dari The Fed. Dampaknya, emas berisiko mengalami aksi ambil untung setelah kenaikan tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. [newsmaker.id]

Ancaman inflasi juga masih datang dari sektor energi. Harga minyak dunia kembali menguat setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, terutama terkait Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi tetap tinggi, sehingga dapat mempersulit upaya The Fed dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, momentum pasar emas saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil menembus level US$4.400. Namun, arah pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh data inflasi AS. Investor dan pelaku pasar kini menunggu hasil CPI sebagai katalis utama yang dapat menentukan apakah reli emas akan berlanjut atau justru menghadapi koreksi jangka pendek. [newsmaker.id]

Sumber acuan: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

No Comments

Post a Comment