Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Trump Naikkan Tarif Impor Kanada hingga 50 Persen, Ketegangan Dagang Amerika Utara Meningkat

08:19 21 July in Business
0 Comments
0

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap berbagai produk asal Kanada. Kebijakan tersebut menandai eskalasi terbaru dalam hubungan dagang antara dua negara yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama di kawasan Amerika Utara. [mediaindonesia.com], [apnews.com]

Menurut pemerintah Amerika Serikat, langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap apa yang dianggap sebagai perlakuan tidak adil Kanada terhadap sejumlah produk AS, termasuk sektor otomotif, produk susu, dan minuman beralkohol. Gedung Putih menyatakan bahwa tarif baru diperlukan untuk melindungi industri domestik dan menjaga daya saing perusahaan Amerika di pasar global. [mediaindonesia.com], [apnews.com]

Tarif 50 persen itu akan dikenakan pada berbagai produk Kanada, mulai dari barang konsumsi hingga komoditas industri. Namun, beberapa sektor strategis seperti energi, potash (kalium), mineral kritis, dan hasil perikanan dilaporkan mendapat pengecualian dari kebijakan tersebut. Selain itu, produk-produk yang sebelumnya menikmati perlindungan dalam kerangka perdagangan Amerika Serikat–Meksiko–Kanada (USMCA) kini juga terancam terdampak karena perjanjian tersebut sedang dalam tahap negosiasi ulang. [kompas.com], [apnews.com]

Kebijakan terbaru ini memperpanjang daftar hambatan perdagangan yang telah diterapkan Washington terhadap Ottawa. Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengenakan tarif pada produk baja, aluminium, tembaga, kayu lunak, dan sejumlah komponen otomotif asal Kanada. Sebagai balasan, Kanada juga menerapkan tarif terhadap berbagai barang impor dari Amerika Serikat, termasuk produk baja, aluminium, dan kendaraan bermotor. [mediaindonesia.com], [kompas.com]

Pemerintah Kanada menanggapi kebijakan tersebut dengan menyatakan komitmennya terhadap prinsip perdagangan yang bebas dan adil. Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa negaranya siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pekerja, petani, pelaku usaha, dan keluarga Kanada dari dampak konflik dagang yang semakin memanas. [kompas.com], [apnews.com]

Para analis menilai bahwa kenaikan tarif ini berpotensi meningkatkan biaya perdagangan lintas batas, mengganggu rantai pasok industri Amerika Utara, serta memicu kenaikan harga barang di kedua negara. Sektor manufaktur, otomotif, dan barang konsumsi diperkirakan menjadi yang paling terdampak apabila kedua pihak gagal mencapai kesepakatan baru dalam waktu dekat. [apnews.com], [kompas.com]

Dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai ratusan miliar dolar setiap tahun, kebijakan tarif 50 persen tersebut berisiko memperburuk hubungan ekonomi antara Amerika Serikat dan Kanada. Meski demikian, masih terdapat peluang negosiasi sebelum kebijakan tersebut berlaku penuh, sehingga pelaku pasar akan terus memantau perkembangan hubungan dagang kedua negara dalam beberapa pekan mendatang.

 

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment