PT Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | Emas Tertahan, Sinyal The Fed Masih Membayangi Pergerakan Pasar
a {
text-decoration: none;
color: #464feb;
}
tr th, tr td {
border: 1px solid #e6e6e6;
}
tr th {
background-color: #f5f5f5;
}
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Harga emas dunia bergerak terbatas seiring investor masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Fokus utama pasar tertuju pada sikap Federal Reserve (The Fed), khususnya setelah sejumlah sinyal menunjukkan bank sentral AS masih berhati-hati dalam mengambil langkah pemangkasan suku bunga. [newsmaker.id]
Pada perdagangan terbaru, emas berada di kisaran US$3.340 per troy ounce. Meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga pada bulan-bulan mendatang masih cukup tinggi, pasar belum memperoleh kepastian terkait waktu dan besaran penurunan suku bunga tersebut. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari pejabat The Fed, termasuk pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell. [newsmaker.id]
Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh risalah rapat terbaru The Fed yang menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih memiliki kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. Mayoritas anggota menilai masih terlalu dini untuk melakukan pelonggaran moneter secara agresif, sehingga harapan investor terhadap penurunan suku bunga dalam waktu dekat belum sepenuhnya mendapat dukungan. [newsmaker.id]
Bagi pasar emas, arah suku bunga memiliki pengaruh yang sangat besar. Ketika suku bunga tinggi bertahan lebih lama, daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) cenderung berkurang. Sebaliknya, jika The Fed mulai memberikan sinyal yang lebih dovish dan mengarah pada penurunan suku bunga, harga emas berpotensi memperoleh dukungan yang lebih kuat. [newsmaker.id]
Selain faktor kebijakan moneter, investor juga terus memantau perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi permintaan aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi, perlambatan pertumbuhan, maupun meningkatnya risiko geopolitik kerap menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas. Namun untuk saat ini, perhatian pasar masih lebih banyak tertuju pada keputusan dan komunikasi The Fed. [newsmaker.id]
Dalam jangka pendek, pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif. Investor akan menunggu data ekonomi AS dan berbagai pernyataan pejabat Federal Reserve untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai prospek suku bunga ke depan. Selama ketidakpastian tersebut masih berlangsung, harga emas berpotensi bergerak dalam rentang yang terbatas sambil mencari katalis baru untuk menentukan arah berikutnya. [newsmaker.id]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments