PT Equitwyrold Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Tertahan di Tengah Manuver Iran di Selat Hormuz
Harga minyak dunia bergerak terbatas di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi global. Kekhawatiran investor muncul setelah Iran kembali memperkuat pengaruh dan kendalinya di kawasan tersebut, sementara proses diplomasi dengan Amerika Serikat belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. [newsmaker.id], [kompas.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Selat Hormuz memiliki peran yang sangat penting dalam rantai pasok energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global dikirim melalui jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman tersebut. Karena itu, setiap gangguan keamanan maupun hambatan pelayaran di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi internasional. [newsmaker….unnews.com], [kompas.id]
Pasar saat ini menilai risiko geopolitik masih cukup tinggi. Ketegangan meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling memperkuat posisi mereka di sekitar Selat Hormuz. Iran dilaporkan melakukan berbagai tindakan untuk memperbesar daya tawarnya, termasuk pengawasan ketat terhadap lalu lintas kapal dan pembatasan aktivitas pelayaran tertentu. Sementara itu, Amerika Serikat tetap mempertahankan langkah-langkah yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi di kawasan tersebut. [newsmaker.id], [newsmaker….unnews.com]
Kondisi tersebut membuat harga minyak sulit bergerak turun secara tajam meskipun permintaan global belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Pasar energi terus memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga karena adanya kemungkinan gangguan pasokan jika situasi di Hormuz memburuk. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ketegangan di kawasan itu telah mendorong harga minyak Brent kembali menembus level psikologis penting akibat kekhawatiran berkurangnya pasokan global. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Selain berdampak pada pasar minyak, situasi di Hormuz juga berpotensi memengaruhi inflasi global. Kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi di berbagai negara, sehingga memberi tekanan tambahan bagi bank sentral yang masih berupaya menjaga stabilitas harga. Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran karena hasil perundingan tersebut akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak dalam jangka pendek. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Ke depan, fokus investor akan tertuju pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz, potensi perubahan kebijakan dari kedua negara, serta kemampuan mediator internasional untuk menghidupkan kembali jalur perundingan. Selama ketidakpastian masih berlangsung, pasar minyak diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan mempertahankan premi risiko geopolitik yang cukup tinggi. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Sumber utama: Newsmaker.id
No Comments