Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Harga Minyak Naik Lagi, Serangan AS ke Iran Picu Kekhawatiran Gagalnya Gencatan Senjata

08:39 10 June in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak dunia kembali menguat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran menyusul insiden jatuhnya helikopter militer AS di dekat Oman. Ketegangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas gencatan senjata di Timur Tengah serta ancaman gangguan pasokan energi global. [newsmaker.id], [reuters.com]

Minyak Brent sempat melonjak lebih dari 2% hingga menembus level US$93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati US$90 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya kedua kontrak minyak sempat melemah tajam akibat harapan meredanya konflik kawasan. [newsmaker.id], [reuters.com]

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai bentuk “pertahanan diri” atas instruksi Presiden Donald Trump. Washington menuding Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Apache milik AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz. Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terjadi di Pulau Qeshm dan wilayah Jask, kawasan strategis yang berada dekat jalur pelayaran utama energi dunia. [newsmaker.id], [reuters.com]

Pasar kembali fokus pada risiko terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur yang mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia. Jika ketegangan terus meningkat dan arus distribusi energi terhambat, maka harga minyak berpotensi naik lebih tinggi dan memicu tekanan inflasi global yang berkepanjangan. [reuters.com], [time.com]

Meski demikian, pelaku pasar menilai situasi belum sepenuhnya mengarah pada perang besar. Respons AS dianggap masih dalam skala terbatas sehingga memberi sinyal bahwa jalur diplomasi tetap terbuka. Namun analis menilai peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran akan semakin sulit selama aksi balasan militer terus terjadi. [newsmaker.id], [gmanetwork.com]

Dari sisi fundamental, harga minyak juga mendapat dukungan dari data persediaan minyak mentah Amerika Serikat. American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS turun sekitar 9,1 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi pemerintah, ini akan menjadi penurunan terbesar sejak September tahun lalu. [newsmaker.id], [reuters.com]

Penurunan cadangan tersebut memperlihatkan kondisi pasokan global yang semakin ketat, terutama ketika pembeli berusaha mencari alternatif suplai di tengah gangguan dari kawasan Teluk Persia. Kombinasi ketegangan geopolitik dan menurunnya stok minyak AS membuat pasar energi diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek. [newsmaker.id], [reuters.com]

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment