PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Dunia Stabil, Ketegangan Selat Hormuz Masih Bayangi Pasar
Harga minyak dunia bergerak relatif stabil di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Meskipun Israel dan Iran disebut mulai menahan intensitas serangan, pasar energi global belum sepenuhnya tenang karena jalur strategis Selat Hormuz masih mengalami hambatan arus pelayaran. [newsmaker.id], [internasio…kompas.com]
Minyak Brent diperdagangkan mendekati level US$99 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$90 per barel. Stabilnya harga minyak terjadi setelah reli tajam dalam dua sesi perdagangan sebelumnya akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. [newsmaker.id], [market.bisnis.com]
Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi jalur distribusi hampir 20% pasokan minyak dunia. Meski terdapat sinyal deeskalasi antara Iran dan Israel, aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut masih terbatas. Banyak operator kapal dan perusahaan energi memilih menunggu kepastian keamanan sebelum kembali beroperasi normal. [internasio…kompas.com], [kompas.id]
Amerika Serikat juga dilaporkan masih mempertahankan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Iran. Kondisi itu membuat premi risiko di pasar minyak tetap tinggi. Iran sendiri dikabarkan belum sepenuhnya membuka akses pelayaran selama tekanan dan intersepsi terhadap kapal mereka masih berlangsung. [newsmaker.id], [newsmaker.id]
Analis menilai kondisi ini menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar energi global. Meski konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih besar, tersendatnya distribusi minyak sudah cukup untuk menjaga harga tetap tinggi. Situasi tersebut juga meningkatkan risiko inflasi energi di berbagai negara importir minyak. [market.bisnis.com], [kompas.id]
Selain faktor geopolitik, pasar juga memantau perkembangan pasokan minyak global dan proyeksi permintaan energi dunia. International Energy Agency (IEA) sebelumnya memperingatkan bahwa konsumsi minyak berpotensi melambat akibat tingginya harga energi dan tekanan ekonomi global. [newsmaker.id]
Jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlangsung, harga minyak diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam jangka pendek. Investor dan pelaku industri kini menunggu perkembangan diplomasi terbaru antara negara-negara yang terlibat untuk melihat apakah jalur distribusi energi global dapat kembali normal. [newsmaker.id], [internasio…kompas.com]
Sumber: Newsmaker.id
No Comments