Equityworld Futures Cyber 2 Jakarta | USD/JPY Tertahan di Area 157: Ke Mana Arah Pergerakan Selanjutnya?
Pasangan mata uang USD/JPY saat ini bergerak terbatas di sekitar level 157, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang bertolak belakang. Setelah sempat bangkit dari area pertengahan 155, penguatan dolar AS terhadap yen Jepang belum mampu berkembang lebih jauh karena tekanan eksternal, khususnya potensi intervensi pemerintah Jepang. [newsmaker.id]
Faktor Fundamental: Intervensi Jepang dan Inflasi
Salah satu faktor utama yang membatasi kenaikan USD/JPY adalah kekhawatiran intervensi valuta asing oleh otoritas Jepang. Diplomat mata uang Jepang menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan yen dan menjalin komunikasi erat dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa langkah stabilisasi bisa diambil jika volatilitas dinilai berlebihan, sehingga menahan minat beli dolar di level tinggi. [newsmaker.id]
Di sisi lain, tekanan pada yen meningkat setelah data inflasi Tokyo menunjukkan pelemahan, yang mengindikasikan ruang bagi Bank of Japan (BoJ) untuk tetap berhati-hati dalam normalisasi kebijakan moneternya. Inflasi yang lebih dingin umumnya mengurangi urgensi kenaikan suku bunga, membuat yen kehilangan sebagian daya dukungnya.
Peran Dolar AS
Dari sisi dolar, penguatan tergolong moderat, sejalan dengan ekspektasi bahwa kebijakan moneter AS masih relatif ketat dibandingkan Jepang. Selisih suku bunga kedua negara tetap lebar, sehingga secara fundamental masih mendukung USD/JPY. Namun, dorongan ini belum cukup kuat untuk menembus resistance kunci karena pasar cenderung menunggu katalis tambahan.
Analisis Teknikal: Momentum Masih Rapuh
Secara teknikal, USD/JPY masih bertahan di atas EMA 200-hari, sebuah sinyal bahwa tren naik jangka menengah belum sepenuhnya rusak. Meski demikian, indikator momentum menunjukkan pelemahan. RSI berada di sekitar level 40 dan MACD masih negatif, menandakan tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat setiap kenaikan berpotensi “berat” dan rawan tertahan di kisaran saat ini. [newsmaker.id]
No Comments