PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | EUR/USD Melemah di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata AS–Iran
Pasangan mata uang EUR/USD kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Euro tercatat melemah terhadap dolar AS setelah pasar merespons rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda stabil. Kondisi ini mendorong pelaku pasar beralih ke aset lindung nilai seperti dolar AS. [newsmaker.id]
Baca juga: EWF_CYBER2 | Freeport Buat Draft Perjanjian Lepas 12 Persen Saham ke Pemerintah RI
Pada sesi Asia, EUR/USD bergerak turun tipis dan bertahan di area yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya. Ketegangan geopolitik menciptakan sentimen risk-off di pasar global, yang secara historis cenderung menguntungkan dolar AS sebagai mata uang safe haven. Laporan terbaru juga menyebutkan masih adanya konflik sporadis di kawasan Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata tidak dijalankan secara konsisten. [newsmaker.id]
Dari sisi fundamental, pernyataan pejabat Iran yang menilai bahwa kelanjutan perundingan damai menjadi tidak realistis di tengah eskalasi konflik turut memperburuk sentimen pasar. Situasi ini membuat investor enggan mengambil risiko, sehingga aliran dana mengarah ke dolar AS dan menekan pergerakan euro. [newsmaker.id]
Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada agenda ekonomi Amerika Serikat, khususnya rilis data inflasi. Ekspektasi bahwa tekanan inflasi AS dapat kembali meningkat—sebagian dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik—memberi ruang bagi dolar AS untuk tetap kuat. Jika inflasi AS kembali menunjukkan tren naik, peluang kebijakan moneter yang lebih ketat akan semakin mendukung penguatan dolar dalam jangka pendek. [newsmaker.id]
Sementara itu dari kawasan Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan sinyal yang relatif hawkish. Sejumlah pembuat kebijakan ECB membuka kemungkinan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan sebagai respons terhadap tekanan inflasi. Sikap ini dinilai mampu menahan pelemahan euro agar tidak terlalu dalam, meski belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren EUR/USD secara signifikan. [newsmaker.id]
Ke depan, pergerakan EUR/USD diperkirakan akan tetap sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat dan Eropa. Selama ketidakpastian gencatan senjata AS–Iran masih membayangi pasar, dolar AS berpotensi tetap mendapat dukungan, sementara euro bergerak lebih berhati-hati dalam jangka pendek.
No Comments