Blog

PT Equitwyorld Futures Cyber2 Jakarta | Dolar AS Menguat, Kenaikan Harga Minyak Kembali Jadi Penopang

08:10 17 April in Business
0 Comments
0

Penguatan dolar Amerika Serikat kembali terjadi di pasar global seiring reli harga minyak dunia yang berlanjut. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik serta kekhawatiran terhadap pasokan energi global yang masih rentan terganggu. [newsmaker.id]

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent tercatat mengalami kenaikan signifikan setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi sebelumnya. Lonjakan harga tersebut terutama didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan distribusi minyak global. [newsmaker.id], [idnfinancials.com]

Kenaikan harga minyak ini turut memberikan dampak langsung pada pergerakan nilai tukar dolar AS. Mata uang Negeri Paman Sam menguat terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk mata uang kelompok G-10. Investor cenderung memburu dolar karena dianggap relatif lebih tahan terhadap tekanan inflasi energi dibandingkan mata uang negara lain yang lebih bergantung pada impor minyak. [newsmaker.id]

Di sisi lain, penguatan dolar juga diperkuat oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Yield tenor 10 tahun tercatat meningkat, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Kombinasi dolar kuat dan yield yang naik kerap menjadi tekanan tambahan bagi mata uang utama lainnya seperti euro dan pound sterling. [newsmaker.id]

Sentimen terhadap euro masih tertekan seiring kekhawatiran bahwa konflik geopolitik yang berkepanjangan dapat mendorong inflasi kawasan Eropa kembali naik. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sebelumnya telah menegaskan bahwa lonjakan harga energi berisiko mengganggu stabilitas harga dan mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter. [newsmaker.id]

Sementara itu, di pasar komoditas, meski harga minyak sempat melonjak tajam, laju penguatannya cenderung lebih moderat di akhir perdagangan. Hal ini terjadi setelah muncul spekulasi adanya upaya dari pemerintah AS untuk menahan kenaikan harga energi agar tidak semakin membebani perekonomian domestik dan inflasi global. [newsmaker.id]

Secara keseluruhan, pasar kini berada dalam kondisi yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan energi. Selama risiko konflik masih tinggi dan pasokan minyak belum sepenuhnya aman, harga minyak berpotensi tetap volatil, sementara dolar AS diperkirakan tetap mendapatkan dukungan sebagai aset lindung nilai utama. [newsmaker.id], [idnfinancials.com]

 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

No Comments

Post a Comment