Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Jelang Pidato Prime-Time Trump, Harga Emas Terus Menguat

08:00 02 April in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatan dan mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Optimisme pasar terhadap potensi deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang menopang pergerakan logam mulia tersebut. Kondisi ini juga memunculkan harapan baru akan terbukanya ruang pelonggaran kebijakan moneter global.

Pada awal perdagangan Asia, Kamis (2/4), harga emas sempat diperdagangkan di atas level US$4.790 per ons, setelah melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya. Secara keseluruhan, emas telah menguat lebih dari 6% sepanjang pekan ini, menjadi laju kenaikan tertinggi dalam sepuluh pekan terakhir.

Perhatian investor saat ini tertuju pada pidato prime-time Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 waktu Timur AS. Pidato tersebut terbilang jarang dilakukan dan muncul setelah lebih dari satu bulan eskalasi konflik militer. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut Trump diperkirakan kembali menegaskan target dua hingga tiga minggu untuk mengakhiri operasi militer AS.

Meski demikian, pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan menanti kejelasan arah kebijakan Washington. Dalam beberapa hari terakhir, pernyataan pemerintah AS dinilai berubah-ubah, mulai dari ancaman eskalasi lanjutan hingga sinyal bahwa resolusi konflik semakin dekat. Di sisi lain, Iran juga mengajukan sejumlah syarat untuk mengakhiri pertempuran, termasuk tuntutan otoritas atas Selat Hormuz—jalur strategis yang sebelum konflik menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG global.

Kenaikan harga emas juga diperkuat oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin perlu memangkas suku bunga untuk menopang pertumbuhan ekonomi jika risiko perlambatan semakin besar. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah umumnya menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas. Selain itu, pelemahan dolar AS turut memberi dukungan tambahan.

Bloomberg Dollar Spot Index tercatat turun 0,1% setelah melemah 0,2% pada perdagangan sebelumnya, membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor global. Hingga pukul 07.14 waktu Singapura, harga emas spot naik 0,6% ke level US$4.788,13 per ons. Sementara itu, perak turut menguat 0,8% ke US$75,65 per ons, menjelang jeda perdagangan seiring penutupan pasar pada Jumat.

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment