Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Stabil di Awal Pekan, Namun Risiko Global Masih Membayangi

08:33 30 March in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada awal pekan ini setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Stabilnya pergerakan ini terutama ditopang oleh aksi bargain hunting atau minat beli saat harga turun, yang mulai muncul di tengah koreksi signifikan sejak konflik Iran memanas. Pada sesi Asia, harga emas spot (XAU/USD) tercatat berada di kisaran USD 4.437 per ons, sedikit terkoreksi dari penguatan sebelumnya.

Meski demikian, stabilisasi harga emas belum sepenuhnya mencerminkan meredanya ketidakpastian global. Konflik Iran yang telah memasuki pekan kelima masih menjadi sumber risiko utama dan berpotensi menjaga volatilitas pasar tetap tinggi. Pelaku pasar menilai bahwa konflik berkepanjangan dapat berdampak luas, khususnya terhadap harga energi global.

Dari sisi fundamental, kekhawatiran terbesar datang dari potensi kenaikan inflasi. Eskalasi konflik berisiko mendorong harga minyak lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat mengalir ke tekanan inflasi yang lebih luas. Kondisi ini berpotensi mempertahankan ekspektasi suku bunga tetap tinggi, terutama di Amerika Serikat, sehingga menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain faktor geopolitik dan kebijakan moneter, pasar juga mencermati dinamika aliran dana dari bank sentral. Tekanan tambahan pada harga emas muncul setelah laporan Reuters menyebutkan cadangan emas bank sentral Turki mengalami penurunan tajam. Penurunan ini terjadi seiring langkah penjualan dan transaksi swap emas pasca pecahnya konflik Iran, menimbulkan tekanan jangka pendek pada pasar bullion global.

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan akan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, perkembangan konflik Iran—apakah terjadi eskalasi lanjutan atau justru jeda—dan dampaknya terhadap harga minyak global. Kedua, pergerakan dolar Amerika Serikat yang kerap berbanding terbalik dengan harga emas. Ketiga, perubahan ekspektasi suku bunga AS yang memengaruhi opportunity cost dalam memegang emas sebagai aset lindung nilai.

Dengan kombinasi faktor tersebut, emas masih berada dalam posisi yang rapuh. Meskipun aksi beli di level rendah memberikan bantalan sementara, risiko besar dari sisi geopolitik dan makroekonomi global menunjukkan bahwa fase ketidakpastian belum sepenuhnya berakhir.

 

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

No Comments

Post a Comment