Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Brent Menguat, Risiko Pasokan Global Kian Meluas Akibat Eskalasi Konflik

08:36 30 March in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak mentah dunia menguat pada awal pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran kembali menambah kekhawatiran pasar setelah kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman meluncurkan serangan ke Israel dan menegaskan bahwa operasi militer mereka akan terus berlanjut hingga serangan terhadap Iran dan kelompok proksinya dihentikan.

Pada perdagangan sesi Asia, minyak mentah Brent tercatat naik dan diperdagangkan di kisaran US$115,30 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke sekitar US$107,70 per barel. Kenaikan ini mencerminkan menguatnya premi risiko energi yang sudah tinggi sejak konflik regional berkembang menjadi lebih luas.

Pasar menilai eskalasi terbaru ini tidak hanya menambah ketidakpastian di Selat Hormuz, tetapi juga memperkenalkan lapisan risiko baru pada jalur pasokan alternatif. Meski kelompok Houthi belum secara eksplisit mengancam rute pelayaran strategis Bab el-Mandeb/Laut Merah, kemampuan mereka untuk menekan jalur tersebut menjadi sorotan utama pelaku pasar. Jalur Laut Merah selama ini berfungsi sebagai “bypass” penting ketika Selat Hormuz mengalami gangguan.

Selain rute pelayaran, risiko pasokan juga mencakup infrastruktur dan titik ekspor alternatif di kawasan. Beberapa pelabuhan Saudi di Laut Merah, yang selama ini dimanfaatkan untuk menyalurkan sebagian ekspor minyak saat akses Hormuz terganggu, kini ikut masuk dalam radar risiko investor global.

Dari sisi fundamental, tekanan pasokan jangka pendek semakin terasa. Iran dilaporkan masih membatasi sebagian besar lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan hanya mengizinkan kapal tertentu untuk melintas. Kondisi ini tercermin dalam struktur harga minyak yang semakin ketat, menandakan kekhawatiran nyata terhadap ketersediaan pasokan fisik.

Laporan Reuters menyoroti lonjakan harga minyak sebagai respons atas meningkatnya risiko gangguan pasokan tersebut. Struktur pasar yang kian bersifat bullish menunjukkan bahwa fokus investor saat ini tidak semata pada volatilitas berita harian, melainkan pada kemungkinan terganggunya distribusi minyak secara langsung di pasar global.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada beberapa faktor kunci. Pertama, apakah kelompok Houthi akan memperluas tekanan ke jalur pelayaran Laut Merah. Kedua, potensi perubahan kebijakan Iran terkait akses kapal di Selat Hormuz. Ketiga, dinamika penambahan pasukan Amerika Serikat di kawasan. Ketiga faktor ini dipandang akan sangat menentukan apakah premi geopolitik di pasar energi akan bertahan dalam jangka menengah atau justru kembali terkoreksi.

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

No Comments

Post a Comment