PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Menguat, Kekurangan BBM Asia-Pasifik Mulai Terlihat
Harga minyak dunia kembali menguat tipis pada perdagangan Kamis, mencerminkan kegelisahan pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat bergerak naik mendekati level US$91 per barel, memangkas sebagian penurunan pada sesi sebelumnya. Meski demikian, volatilitas pasar masih tinggi seiring ketidakpastian arah diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang terus membayangi pasar energi global.
Sinyal yang saling bertentangan dari kedua negara menjadi faktor utama pergerakan harga. Iran secara tegas menyatakan tidak memiliki niat untuk berunding dengan Amerika Serikat dan menolak usulan gencatan senjata yang diajukan. Teheran bahkan mengajukan syarat sendiri, termasuk tuntutan kontrol kedaulatan atas Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak dunia.
Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan bahwa upaya perdamaian masih terus berjalan. Washington dilaporkan telah mengirimkan proposal berisi 15 poin melalui Pakistan sebagai pihak perantara. Proposal tersebut bertujuan meredakan konflik sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi nadi utama pengiriman minyak global.
Penutupan hampir total Selat Hormuz telah menimbulkan gangguan serius pada rantai pasok energi dunia, menghilangkan jutaan barel pasokan minyak harian dari pasar internasional. Walaupun sebagian kapal tanker masih dapat melintas dengan pengawalan Iran, hambatan distribusi tetap menimbulkan tekanan signifikan terhadap pasokan.
Dampak lanjutan kini mulai dirasakan di kawasan Asia-Pasifik. Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat, seperti Korea Selatan, Australia, dan Filipina, dilaporkan menghadapi kekurangan bahan bakar minyak (BBM) yang kian memburuk. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar akan potensi krisis energi regional apabila ketegangan geopolitik tidak segera mereda dan jalur distribusi utama tetap terganggu.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments