Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Melemah, Saham Menguat, Emas Bangkit di Tengah Harapan Diplomasi Timur Tengah

09:30 25 March in Commodity
0 Comments
0

Pasar keuangan global menunjukkan perubahan arah yang signifikan setelah muncul sinyal bahwa Amerika Serikat tengah menempuh jalur diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Perkembangan ini langsung tercermin pada pergerakan lintas aset: harga minyak melemah, pasar saham menguat, dan emas—yang sebelumnya tertekan—kembali menemukan momentumnya.

Harga emas mencatat penguatan setelah menghentikan tren pelemahan selama sembilan hari berturut-turut. Logam mulia tersebut sempat melonjak hingga sekitar 1,8 persen dan kembali menembus level psikologis di atas US$4.500 per ons. Kenaikan ini melanjutkan reli pada sesi sebelumnya yang mencapai 1,6 persen, menandakan kembalinya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Sentimen positif dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran telah menawarkan sebuah “hadiah” sebagai bentuk itikad baik dalam proses negosiasi. Pernyataan tersebut juga dikaitkan dengan isu strategis arus energi melalui Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak global. Media Axios melaporkan bahwa Washington bersama sejumlah mediator kawasan sedang membahas kemungkinan menggelar perundingan damai tingkat tinggi, yang berpotensi berlangsung paling cepat pada Kamis, meskipun masih menunggu respons resmi dari Teheran.

Optimisme ini mendorong perubahan sikap investor secara luas. Harga minyak yang sebelumnya menguat akibat risiko gangguan pasokan justru melunak, sementara pasar ekuitas mencatat penguatan. Di saat yang sama, indeks dolar Bloomberg turun sekitar 0,2 persen, memberikan ruang tambahan bagi penguatan logam mulia yang umumnya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS.

Sejak konflik pecah lebih dari tiga pekan lalu, emas menunjukkan pola pergerakan yang tidak biasa. Alih-alih bergerak sebagai safe haven murni, emas cenderung bergerak searah dengan saham dan berlawanan dengan minyak. Lonjakan harga energi dianggap memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih ketat—faktor yang biasanya menjadi tekanan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski tekanan jangka pendek mereda, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Iran masih memegang kendali strategis atas Selat Hormuz, sementara Israel dilaporkan melanjutkan serangan militernya. Di sisi lain, pemerintahan AS memerintahkan pengerahan tambahan sekitar 2.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah, menambah ribuan pasukan yang dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ke depan. Kombinasi antara diplomasi yang belum pasti dan eskalasi militer ini membuat pasar—terutama emas—sangat sensitif terhadap perkembangan terbaru.

Dari sisi aliran dana, tekanan likuiditas global dalam beberapa pekan terakhir turut memengaruhi pasar emas. Pelemahan saham dan obligasi mendorong sebagian investor menjual emas untuk memperoleh kas. Muncul pula laporan bahwa sejumlah bank sentral mempertimbangkan penggunaan cadangan emas guna menstabilkan mata uang domestik di tengah volatilitas pasar. Turki, misalnya, disebut tengah menyiapkan opsi tambahan, termasuk potensi skema swap antara emas dan valuta asing di pasar London.

Pada perdagangan pagi di Asia, tepatnya pukul 08.03 waktu Singapura, emas spot tercatat naik 1,6 persen ke level US$4.546,55 per ons. Perak mencatat kenaikan yang lebih tajam, naik 2,4 persen ke US$72,89 per ons setelah melonjak sekitar 3 persen pada sesi sebelumnya. Platinum dan paladium turut menguat, seiring pelemahan dolar AS yang menopang harga logam mulia secara keseluruhan.

Ke depan, arah pasar diperkirakan akan tetap sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan respons kebijakan global. Selama ketidakpastian masih membayangi, emas kemungkinan tetap menjadi aset yang bergerak cepat dalam merespons setiap headline dari kawasan Timur Tengah.

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

 

No Comments

Post a Comment