Blog

EWF_CYBER2 | Pasar Minyak Menanti Bukti Pemulihan Lalu Lintas di Selat Hormuz

08:36 05 March in Commodity
0 Comments
0

Pasar minyak global pada 5 Maret 2026 kembali menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Harga Brent diperdagangkan di kisaran $82,55 per barel pada sesi Asia, mempertahankan level tinggi setelah reli tajam beberapa hari sebelumnya. Penguatan ini mencerminkan sikap pasar yang masih menempatkan premi risiko geopolitik sebagai faktor dominan, terutama akibat konflik yang melibatkan AS–Israel vs Iran dan potensi gangguan di jalur energi vital dunia, Selat Hormuz, yang menjadi titik alir sekitar seperlima minyak dan gas global. [newsmaker.id]

Risiko Gangguan Suplai Masih Menjadi Fokus Utama

Secara fundamental, isu paling krusial tetap soal kelancaran pengapalan dan risiko suplai. Laporan Reuters menunjukkan peningkatan gangguan—mulai dari hambatan ekspor hingga keterbatasan penyimpanan—yang bahkan mendorong Irak memangkas outputnya. Kondisi ini membuat pasar semakin menilai risiko tight supply dalam waktu dekat sebagai ancaman nyata. [newsmaker.id]

Sementara itu, upaya stabilisasi dari Washington, termasuk opsi dukungan asuransi dan pengawalan kapal, sejauh ini belum cukup untuk menenangkan pasar. Pelaku pasar masih menunggu bukti implementasi nyata serta indikator paling menentukan: apakah traffic kapal di Selat Hormuz benar-benar kembali mendekati normal. Selama belum ada kepastian tersebut, harga minyak tetap sangat sensitif terhadap setiap perkembangan eskalasi maupun de-eskalasi. [newsmaker.id]

Data Stok Minyak AS Kurang Berdampak

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat, bahkan melebihi perkiraan pasar. Secara teori, ini dapat menahan laju kenaikan harga. Namun, dalam kondisi saat ini, data stok cenderung kalah pengaruh dibanding risiko geopolitik di Timur Tengah. Sentimen pasar jelas: konflik dan potensi gangguan suplai adalah faktor utama penggerak harga intraday. [newsmaker.id]

Prospek Ke Depan: Bullish Tapi Tetap Volatil

Selama lalu lintas di Selat Hormuz belum pulih, pasar minyak tetap memiliki bias bullish walaupun disertai volatilitas tinggi. Harga Brent cenderung lebih mudah naik akibat berita negatif—seperti serangan, pemangkasan produksi, atau penutupan rute—dibanding turun. Penurunan yang signifikan biasanya membutuhkan bukti konkret bahwa pengapalan kembali normal dan gangguan suplai mereda. [newsmaker.id]

Beberapa analis, termasuk dari Goldman Sachs, menilai bahwa selama potensi gangguan Hormuz berlanjut, risiko kenaikan harga minyak akan tetap lebih besar daripada risiko penurunannya. [newsmaker.id]

 

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaa

No Comments

Post a Comment