PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Melonjak 2%: Apa yang Terjadi di Timur Tengah?
Harga emas global kembali meroket lebih dari 2% pada awal pekan perdagangan Asia. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu arus besar investor menuju aset-aset aman (safe haven) seperti emas. Berdasarkan data terbaru, harga spot gold menyentuh $5.387,55 per ons, level tertinggi sejak akhir Januari. [id.investing.com]
Pemicu Utama: Serangan Besar AS–Israel ke Iran
Ketegangan melonjak tajam setelah serangan gabungan AS dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, figur paling berpengaruh di Iran. Situasi semakin memanas saat Israel melancarkan gelombang serangan tambahan ke Teheran, sementara Iran membalas dengan rudal yang menghantam wilayah Israel dan pangkalan AS di Teluk.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas serta gangguan signifikan pada jalur energi global, termasuk risiko terhadap pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu rute strategis dunia.
Reaksi Pasar: Risk-Off Menguat
Gejolak geopolitik tersebut memicu risk-off sentiment yang sangat kuat. Pasar ekuitas global merosot, minyak mentah melonjak, sementara permintaan terhadap aset aman seperti emas meningkat tajam. Investor mencari perlindungan dari ketidakpastian yang meningkat dan potensi guncangan ekonomi global lanjutan.
Menurut analis Michael Brown, lonjakan ini dapat membawa emas ke area $5.400/oz, bahkan berpotensi menembus rekor tertinggi akhir Januari di $5.595/oz. Ia juga menyebut bahwa situasi fundamental saat ini “menguatkan bullish case yang sangat solid” untuk emas sepanjang tahun 2026.
Prospek Ke Depan: Bisa Tembus $6.000?
Sentimen bullish terhadap emas tidak hanya dipengaruhi oleh konflik geopolitik, tetapi juga oleh faktor lain seperti:
- Pembelian emas oleh bank sentral dunia
- Ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve
- Permintaan ritel yang kuat
Dengan kombinasi faktor tersebut, beberapa analis melihat kemungkinan harga emas bisa mendekati atau bahkan menembus $6.000/oz sebelum akhir tahun jika ketegangan Timur Tengah tidak mereda.
Pasar Logam Lain Ikut Menguat
Selain emas, beberapa logam mulia lain juga terdampak:
- Perak naik 1,3% ke $95,15/oz
- Platinum menguat 0,3% ke $2.396,11/oz
Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset fisik di tengah ketidakpastian global berkepanjangan.
Kesimpulan
Kenaikan emas sebesar 2% ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi besar konflik di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar dunia. Dengan risiko geopolitik yang terus berkembang, investor semakin agresif memindahkan aset mereka ke instrumen yang dianggap aman.
Jika tensi tetap tinggi, bukan tidak mungkin emas akan mencapai level-level psikologis baru yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments