Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Minyak Menguat Tipis Jelang Perundingan Nuklir AS–Iran

01:08 25 February in Commodity
0 Comments
0

Harga minyak global kembali mencatat penguatan tipis di tengah volatilitas pasar yang tinggi, sementara pelaku pasar menunggu perkembangan terbaru dari perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen investor masih sangat sensitif terhadap setiap narasi geopolitik yang muncul, terutama terkait potensi kesepakatan atau kegagalan diplomatik di antara kedua negara.

Sentimen Pasar Dipengaruhi Isyarat Diplomasi

Kontrak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di atas level US$63 per barel, setelah pasar merespons pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut proses negosiasi sebagai “awal yang baik”. Namun optimisme tersebut cepat mereda ketika laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Teheran masih enggan menghentikan pengayaan bahan bakar nuklir—isu yang menjadi hambatan utama bagi Washington.

Ketidakpastian ini membuat pergerakan harga minyak cenderung berfluktuasi dan mudah berubah arah dalam waktu singkat.

Ketegangan Timur Tengah Tetap Menambah Premi Risiko

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan minyak mentah dunia, terus memberikan tekanan dan menopang harga. Kekhawatiran pasar mengenai potensi eskalasi konflik tetap tinggi, meskipun negosiasi dianggap membantu menenangkan sebagian ketakutan pelaku pasar akan konflik yang lebih luas.

Di tengah dinamika tersebut, minyak tetap mencatat penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember. Hal ini menandakan bahwa pasar masih menilai adanya risiko oversupply yang membatasi ruang kenaikan harga.

Data Ekonomi AS dan Faktor Fundamental Ikut Berperan

Selain isu geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat juga menjadi faktor pendukung penguatan harga. Sentimen konsumen AS dilaporkan meningkat ke level tertinggi dalam enam bulan, memberikan dorongan tambahan bagi prospek permintaan minyak.

Namun demikian, kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan (oversupply) tetap membayangi. Pertumbuhan produksi global yang lebih cepat dari proyeksi permintaan berpotensi menekan harga dalam jangka menengah.

Fokus Pasar Beralih ke Perkembangan Diplomatik Berikutnya

Selain pembicaraan AS–Iran, pasar juga memantau progres diplomasi lain seperti negosiasi trilateral yang melibatkan AS, Ukraina, dan Rusia. Meskipun tidak langsung berdampak pada pasar minyak, dinamika geopolitik global berkontribusi terhadap sentimen risiko investor secara keseluruhan.

Sementara itu, Arab Saudi menunjukkan kepercayaan terhadap permintaan Asia dengan memangkas harga jual lebih rendah dari perkiraan, meski harga jual tetap berada pada titik terendah sejak 2020.

Penutup

Penguatan tipis harga minyak mencerminkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian, dipengaruhi oleh:

  • progres perundingan nuklir AS–Iran,
  • risiko geopolitik kawasan Timur Tengah,
  • dinamika permintaan global,
  • serta faktor fundamental seperti data ekonomi AS.

Dengan pasar yang sangat sensitif terhadap setiap perkembangan diplomatik, investor diperkirakan akan terus mencermati hasil negosiasi dan data pasokan global sebagai penentu arah harga minyak dalam waktu dekat.

 

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment