Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Turun seiring Memudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

01:05 25 February in Gold
0 Comments
0

Harga emas global kembali tertekan dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh meredanya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan ketahanan ekonomi lebih kuat dari perkiraan.

Penguatan Dolar Menekan Harga Emas

Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong turunnya harga emas. Ketika dolar menguat, emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor internasional, sehingga permintaan cenderung melemah. Pada perdagangan pertengahan November, harga emas dunia tercatat turun sekitar 1 persen, jatuh ke kisaran USD 4.045 per troy ons akibat naiknya indeks dolar dan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga bulan depan.

Tren serupa juga terlihat pada periode sebelumnya, di mana penguatan dolar dipicu rilis data inflasi produsen (PPI) yang lebih panas dari perkiraan serta penurunan klaim pengangguran mingguan. Kombinasi kedua data tersebut menguatkan pandangan bahwa The Fed belum memiliki cukup ruang untuk memangkas suku bunga secara agresif.

Data Ekonomi AS Mengurangi Peluang Pemangkasan Suku Bunga

Sederet data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sepanjang November menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja dan tekanan inflasi yang masih membandel. Laporan nonfarm payrolls (NFP) untuk September, misalnya, tumbuh lebih dari dua kali lipat dari estimasi, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish pada pertemuan mendatang.

Kondisi tersebut kemudian membuat probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember merosot tajam. Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang pemangkasan 25 basis poin turun dari kisaran di atas 60 persen menjadi sekitar 41 persen. Hal ini menambah tekanan pada emas yang tidak memberikan imbal hasil, terlebih saat yield obligasi AS juga meningkat.

Pergerakan Pasar Menjelang Rilis Data Penting

Pasar saat ini bergerak hati‑hati menjelang rilis data ekonomi penting seperti data tenaga kerja, penjualan ritel, dan laporan inflasi produsen (PPI) yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan AS. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap emas, menunggu petunjuk arah kebijakan The Fed berdasarkan data-data tersebut.

Para analis menilai bahwa setiap tanda ketahanan ekonomi atau tekanan inflasi yang masih kuat berpotensi semakin menekan harapan pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, bila data mendukung skenario pelonggaran kebijakan, emas dapat kembali menemukan momentumnya.

Prospek Harga Emas ke Depan

Meskipun harga emas saat ini berada di bawah tekanan, sebagian analis masih mempertahankan pandangan bullish jangka menengah. Ketidakpastian ekonomi global, risiko geopolitik, dan proyeksi suku bunga riil yang berpotensi menurun dalam beberapa tahun mendatang menjadi faktor pendukung yang dapat menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Bahkan, beberapa perkiraan menyebutkan harga emas bisa mencapai USD 3.800 per ons pada 2026, naik dari proyeksi tahun sebelumnya.

Namun, dalam jangka pendek, pergerakan emas akan sangat ditentukan oleh:

  • arah kebijakan The Fed,
  • kekuatan data ekonomi AS, serta
  • dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Apabila ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali melemah, tekanan terhadap emas kemungkinan berlanjut.

 

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment