Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Stabil di Tengah Ketegangan AS–Iran: Pasar Menanti Tenggat Waktu dari Presiden Trump

01:39 20 February in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia bergerak stabil dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya fokus investor terhadap dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran terkait program nuklirnya, bahkan disebut-sebut menetapkan tenggat waktu sekitar 10 hari bagi Teheran untuk merespons sebelum Washington mengambil tindakan lebih lanjut. Ketidakpastian inilah yang menjadi salah satu pemicu utama pergerakan emas yang relatif datar namun tetap berada di level tinggi di pasar global.

Geopolitik Memanaskan Sentimen Pasar

Trump memperingatkan bahwa kegagalan Iran memenuhi ekspektasi AS terkait perundingan nuklir akan menimbulkan “konsekuensi serius”. Narasi keras ini menjadi katalis munculnya kekhawatiran geopolitik, yang secara historis mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas. Ketegangan AS–Iran sebelumnya juga terbukti menggerakkan harga emas, karena logam mulia dianggap sebagai aset aman dalam situasi global yang tidak menentu.

Beberapa analis menilai bahwa meskipun harga emas bergerak sideways, potensi kenaikan tetap terbuka selama ketidakpastian geopolitik terus berlanjut. Daniel Pavilonis, analis dari RJO Futures, menegaskan bahwa volatilitas masih mendominasi pasar dan ketegangan dengan Iran menjadi salah satu faktor penopang utama harga emas saat ini.

Data Ekonomi AS Menjadi Faktor Penyeimbang

Selain isu geopolitik, investor juga memantau perkembangan ekonomi AS, khususnya klaim pengangguran dan ekspektasi suku bunga The Federal Reserve. Data terbaru menunjukkan penurunan klaim pengangguran mingguan di Amerika Serikat, sebuah tanda bahwa pasar tenaga kerja tetap solid meski ketidakpastian global meningkat. Kondisi ini turut memengaruhi harapan investor terkait arah kebijakan moneter The Fed.

Risalah rapat The Fed pada 27–28 Januari menunjukkan perbedaan pandangan internal—sebagian pejabat mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika inflasi bertahan tinggi, sementara lainnya membuka kemungkinan pemangkasan jika tekanan harga mereda. Kebijakan suku bunga ini penting karena emas, sebagai aset tanpa imbal hasil, cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah.

Pergerakan Harga Emas Terkini

Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir:

  • Harga emas spot tercatat bergerak mendatar di kisaran US$ 4.979–4.996 per ons, menandakan pasar masih berhati-hati menunggu perkembangan selanjutnya.
  • Kontrak berjangka emas AS bergerak tipis dan beberapa kali mencatat pelemahan minor, menunjukkan pasar tengah mencari arah di tengah campuran sentimen positif dan negatif.

Beberapa analis memprediksi bahwa jika ketegangan AS–Iran semakin memanas, logam mulia ini berpeluang menguat kembali. Sebaliknya, jika tensi mereda dan data ekonomi AS menunjukkan penguatan lanjutan, tekanan koreksi masih mungkin terjadi.

Kesimpulan

Kombinasi antara geopolitik AS–Iran dan faktor ekonomi AS membuat pergerakan emas saat ini relatif stabil namun sensitif terhadap berita baru. Ultimatum yang diberikan Presiden Donald Trump kepada Iran menjadi faktor yang paling diperhatikan pelaku pasar, karena potensi eskalasi dapat langsung memicu lonjakan minat terhadap aset safe haven.

Ke depan, investor masih akan mencermati:

  • perkembangan tenggat waktu negosiasi AS–Iran,
  • rilis data inflasi AS,
  • dan sinyal kebijakan suku bunga dari The Fed.

Ketiga faktor ini diprediksi akan menentukan arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Sumber: Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment