Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta | Emas Terkoreksi Tajam, Pasar Tetap Tenang Usai Trump Batalkan Tarif terkait Greenland

02:15 22 January in Gold
0 Comments
0

Harga emas mengalami tekanan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melunakkan dan bahkan membatalkan rencana penerapan tarif terkait sengketa Greenland. Langkah ini meredakan kekhawatiran pasar global dan mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Tarif Greenland Dibatal­kan, Pasar Risiko Kembali Pulih

Perubahan sikap Trump mengenai ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland berdampak langsung pada dinamika pasar global. Menurut laporan Reuters, harga emas yang sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa akhirnya terkoreksi karena investor kembali memilih aset berisiko, menyusul meredanya ketegangan geopolitik.

Pasar saham global ikut menguat setelah Trump menyatakan telah mencapai kerangka kesepakatan dengan NATO terkait masa depan Greenland—sebuah keputusan yang menenangkan sentimen risiko dan menghapus sebagian besar kenaikan tajam emas sebelumnya.

Reaksi Harga Emas di Pasar Global

Data perdagangan menunjukkan bahwa:

  • Harga emas spot tercatat naik tipis 0,3% ke US$ 4.778,51 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sepanjang masa US$ 4.887,82 per ons troi.
  • Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari justru menguat 1,5%, meski tekanan jual kemudian muncul akibat aksi ambil untung setelah sentimen risiko membaik.
  • Pengumuman Trump memicu pergerakan pasar yang cepat, terutama pada indeks saham yang langsung menguat setelah tarif dibatalkan.

Analis pasar Bob Haberkorn menyebut bahwa tekanan jual yang menimpa emas lebih merupakan reaksi jangka pendek terhadap berita utama, bukan tanda perubahan tren besar. Ia menekankan bahwa tren jangka panjang emas masih positif di tengah ketidakpastian global.

Sentimen Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas

Meski tarif dibatalkan, pasar tetap mencermati sejumlah faktor makro yang ikut menekan harga emas, antara lain:

Prospek Kebijakan Moneter The Fed

Mayoritas ekonom memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan hingga akhir kuartal mendatang. Lingkungan suku bunga rendah biasanya mendukung emas, tetapi kepastian kebijakan masih terus menjadi perhatian investor

Kekuatan Dolar AS

Dolar AS yang menguat setelah kabar pembatalan tarif membuat harga emas lebih mahal bagi pembeli internasional, sehingga menambah tekanan terhadap logam mulia tersebut. Faktor ini sejalan dengan dinamika pasar yang muncul setiap kali risiko geopolitik mereda.

Pergeseran Minat ke Aset Risiko

Dengan ketegangan terkait Greenland mereda, investor kembali ke aset berisiko, membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset lindung nilai. Hal ini tercermin dari kenaikan pasar saham global sesaat setelah pernyataan Trump.

Dampak Lebih Luas pada Komoditas Lain

Tidak hanya emas, harga komoditas lain seperti perak juga terkena imbas. Data menunjukkan harga perak spot anjlok 3,6%, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi. Koreksi tajam ini memperlihatkan betapa sensitifnya pasar komoditas terhadap perubahan kebijakan perdagangan AS.

Pandangan Jangka Panjang: Tren Emas Tetap Positif

Walaupun terjadi koreksi tajam dalam jangka pendek, analis tetap menilai bahwa tren jangka panjang emas masih bullish. Sepanjang 2025, emas mencatat kenaikan luar biasa sekitar 64%, dan telah menguat 11% sepanjang awal 2026. Faktor-faktor seperti ketidakpastian geopolitik, pembelian emas oleh bank sentral, serta prospek pelonggaran kebijakan moneter mendukung pandangan positif terhadap logam mulia ini.


Kesimpulan

Pembatalan tarif terkait Greenland oleh Donald Trump membawa ketenangan ke pasar keuangan global dan memicu aksi jual pada aset safe haven seperti emas. Meskipun emas terkoreksi tajam setelah mencapai rekor tertinggi, dinamika pasar menunjukkan bahwa kejadian ini lebih merupakan respons jangka pendek terhadap berita geopolitik.

Dalam perspektif jangka panjang, emas tetap memiliki fundamental yang kuat, didukung oleh ketidakpastian politik global dan ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung longgar.

Sumber : Newsmaker.id

Profil Perusahaan

Ilustrasi Transaksi

Hubungi Kami

Legalitas Perusahaan

No Comments

Post a Comment