Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Berpotensi Tembus US$4.800: Apa Faktor Pendorongnya?

01:33 21 January in Gold
0 Comments
0

Harga emas global diproyeksikan kembali menanjak dan berpotensi menembus angka US$4.800 per ons pada tahun 2026. Prediksi ini disampaikan dalam analisis terbaru yang bersumber dari Newsmaker.id, yang kemudian dikutip oleh analis keuangan dalam laporan Solid Gold Berjangka Semarang. [solid-gold…marang.com]

Dua Babak Pergerakan Emas Tahun 2026

Menurut penelitian terbaru dari ANZ, tahun 2026 akan menjadi tahun dengan dua fase berbeda bagi harga emas:

Semester Pertama: Kenaikan Tajam

Analis ANZ, Soni Kumari dan Daniel Hynes, memperkirakan bahwa lonjakan terbesar harga emas akan terjadi pada paruh pertama 2026. Dalam fase ini, emas berpotensi mencapai puncak mendekati US$4.800 per ons.
Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor penting:

  • Arus investasi yang kuat ke aset safe haven.
  • Pembelian agresif oleh bank sentral, yang terus menopang permintaan.
  • Kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, sehingga investor mencari perlindungan pada emas. [solid-gold…marang.com]

Semester Kedua: Potensi Pelemahan Bertahap

Memasuki paruh kedua 2026, ANZ memprediksi harga emas akan mulai melemah secara perlahan. Hal ini disebabkan oleh:

  • Siklus pelonggaran The Fed yang mendekati akhir.
  • Dampak kebijakan tarif AS yang makin terasa.
  • Stabilisasi prospek ekonomi global, yang mengurangi kebutuhan pasar untuk “bersembunyi” di emas. [solid-gold…marang.com]

Bagaimana dengan Komoditas Perak?

Selain emas, perak juga mendapat sorotan positif. ANZ menilai bahwa:

  • Defisit pasar perak masih berlanjut.
  • Permintaan industri tetap tinggi.
  • Arus investasi terus mengalir masuk.
  • AS cenderung tidak menerapkan tarif pada impor perak karena negara tersebut merupakan net importer.

Kombinasi faktor-faktor tersebut menjaga perak tetap menarik, baik sebagai aset lindung nilai maupun sebagai komoditas industri. [solid-gold…marang.com]

Kesimpulan: Emas Masih Menjadi Primadona

Analisis yang bersumber dari Newsmaker.id menunjukkan bahwa emas berpotensi mencetak rekor baru pada 2026 dengan target US$4.800 per ons. Meskipun diprediksi akan menguat tajam pada semester pertama sebelum terkoreksi pada semester kedua, tren jangka panjang tetap menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset yang sangat diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagi para investor, memahami pola dua babak pergerakan harga emas ini menjadi sangat penting untuk menentukan strategi yang tepat dalam memanfaatkan momentum kenaikan maupun potensi koreksi.

Sumber : Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment