PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Perak Bangkit Lagi Mendekati Rekor: Kekurangan Pasokan dan Sentimen Fed
Kembalinya Momentum Bullish
Pada tanggal 5 Desember 2025, harga perak (XAG/USD) menguat sekitar 0,5%, menyentuh level $57,50 per ons dalam sesi perdagangan Asia. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat terkoreksi mendekati $56,50, dalam fase istirahat sebelum reli lanjutan. Ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap perak tetap kuat meski sempat tertahan sebentar. [newsmaker.id]
Defisit Pasokan: Sumber Ketegangan Harga
Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran akan ketatnya pasokan global perak. Gudang-gudang penyimpanan komoditas utama mengalami tekanan, dengan jumlah pasokan fisik yang semakin terbatas. Kondisi defisit ini mendorong harga spot naik, karena investor khawatir pada potensi kelangkaan di masa depan. [newsmaker.id]
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Faktor utama lain yang mendorong kenaikan harga adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) untuk mencapai kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Desember mencapai 87%. Penurunan suku bunga ini biasanya bermanfaat bagi logam mulia seperti perak karena menurunkan biaya peluang untuk memegangnya dan membuatnya lebih menarik sebagai aset safe-haven. [newsmaker.id]
Spekulasi yang Berlawanan dengan Pernyataan Powell
Meski pasar sudah sangat memperhitungkan pemangkasan suku bunga, spekulasi tersebut berseberangan dengan pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa penurunan suku bunga “masih jauh dari pasti”. Ini menciptakan dinamika menarik di pasar, dengan klaim bahwa spekulasi tersebut menyediakan bahan bakar tambahan untuk reli perak. [newsmaker.id]
Data Tenaga Kerja yang Melemah
Menguatnya kepercayaan pasar terhadap pemangkasan suku bunga diperkuat oleh data tenaga kerja Amerika yang lemah. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta kehilangan 32 ribu pekerjaan pada bulan November, kontras dengan ekspektasi kenaikan tenaga kerja sebanyak 5 ribu orang. Data ini memicu kekhawatiran pasar tentang kesehatan ekonomi AS dan memperkuat anggapan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar akan segera terwujud. [newsmaker.id]
Dukungan dari Pejabat FOMC
Beberapa pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap yang semakin terbuka terhadap pelonggaran kebijakan moneter, karena mereka khawatir terhadap potensi penurunan dalam pasar tenaga kerja. Sikap dovish ini menambah kekuatan bagi sentimen pasar yang bullish terhadap logam mulia, termasuk perak. [newsmaker.id]
Potensi Level Resisten dan Strategi Perdagangan
Secara teknikal, harga perak mendekati level tertingginya sepanjang masa di $58,90, menunjukkan bahwa meski harganya telah naik signifikan, momentum bullish masih bisa terbuka untuk kelanjutan reli. Fase koreksi sebelumnya di $56,50 bisa dilihat sebagai pijakan untuk melanjutkan tren naik yang lebih tinggi. Jika momentum terus terjaga, level psikologis mendekati rekor bisa kembali diuji. [newsmaker.id]
Ringkasan Faktor Pendorong
| Faktor | Dampak pada Harga Perak |
|---|---|
| Kekurangan pasokan global | Mendorong harga spot naik |
| Ekspektasi pemangkasan suku bunga | Mengurangi biaya peluang, menarik investor |
| Data tenaga kerja lemah | Menambah sentimen dovish terhadap The Fed |
| Sikap dovish pejabat FOMC | Menguatkan ekspektasi pelonggaran |
| Spekulasi versus pernyataan Powell | Menciptakan volatilitas dan momentum |
Implikasi bagi Investor dan Industri
Reli perak kali ini memberi beberapa implikasi penting:
- Investor Safe-Haven
Dengan harapan suku bunga turun dan kondisi ekonomi seperti melemah, perak menarik investor yang mencari aset untuk lindung nilai atau spekulasi jangka pendek. - Industri dan Permintaan Fisik
Terbatasnya pasokan membuat tekanan tambahan pada sumber fisik yang dibutuhkan berbagai industri—mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga penggunaan ilmiah. - Risiko Volatilitas
Meski tren bullish kuat, pasar juga rentan terhadap perubahan data ekonomi AS atau pernyataan The Fed yang bisa membalik arah pandangan pasar dengan cepat.
Outlook Kedepan
Kelanjutan tren perak sangat bergantung pada dua hal utama:
- Keputusan resmi The Fed
Jika suku bunga benar-benar dipangkas, momentum perak bisa berlanjut menuju atau melampaui posisi rekor. Namun, jika The Fed menahan diri atau tanda-tanda bull run melemah, harga bisa terkoreksi. - Ketersediaan pasokan global
Jika defisit pasokan tetap tajam, tekanan harga fisik akan semakin kuat dan harga akan terjaga di level tinggi bahkan saat koreksi teknikal.
Kesimpulan
Perak kembali menunjukkan performa kuat, dipicu oleh kombinasi ketatnya pasokan dan ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed. Volatilitas pasar semakin tinggi dengan adanya spekulasi perbedaan arah antara pasar dan kebijakan resmi Powell, serta data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Pelaku pasar akan sangat memperhatikan pergerakan suku bunga di awal Desember, karena momen itulah yang berpotensi menentukan masa depan harga perak—apakah akan tembus rekor baru atau mengalami koreksi moderat.
Sumber: Bloomberg.com, Newsmaker
No Comments