Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Perak Bangkit Lagi Mendekati Rekor: Kekurangan Pasokan dan Sentimen Fed

01:12 31 December in Gold
0 Comments
0

Kembalinya Momentum Bullish

Pada tanggal 5 Desember 2025, harga perak (XAG/USD) menguat sekitar 0,5%, menyentuh level $57,50 per ons dalam sesi perdagangan Asia. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat terkoreksi mendekati $56,50, dalam fase istirahat sebelum reli lanjutan. Ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap perak tetap kuat meski sempat tertahan sebentar. [newsmaker.id]

Defisit Pasokan: Sumber Ketegangan Harga

Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran akan ketatnya pasokan global perak. Gudang-gudang penyimpanan komoditas utama mengalami tekanan, dengan jumlah pasokan fisik yang semakin terbatas. Kondisi defisit ini mendorong harga spot naik, karena investor khawatir pada potensi kelangkaan di masa depan. [newsmaker.id]

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Faktor utama lain yang mendorong kenaikan harga adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) untuk mencapai kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Desember mencapai 87%. Penurunan suku bunga ini biasanya bermanfaat bagi logam mulia seperti perak karena menurunkan biaya peluang untuk memegangnya dan membuatnya lebih menarik sebagai aset safe-haven. [newsmaker.id]

Spekulasi yang Berlawanan dengan Pernyataan Powell

Meski pasar sudah sangat memperhitungkan pemangkasan suku bunga, spekulasi tersebut berseberangan dengan pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyatakan bahwa penurunan suku bunga “masih jauh dari pasti”. Ini menciptakan dinamika menarik di pasar, dengan klaim bahwa spekulasi tersebut menyediakan bahan bakar tambahan untuk reli perak. [newsmaker.id]

Data Tenaga Kerja yang Melemah

Menguatnya kepercayaan pasar terhadap pemangkasan suku bunga diperkuat oleh data tenaga kerja Amerika yang lemah. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta kehilangan 32 ribu pekerjaan pada bulan November, kontras dengan ekspektasi kenaikan tenaga kerja sebanyak 5 ribu orang. Data ini memicu kekhawatiran pasar tentang kesehatan ekonomi AS dan memperkuat anggapan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar akan segera terwujud. [newsmaker.id]

Dukungan dari Pejabat FOMC

Beberapa pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap yang semakin terbuka terhadap pelonggaran kebijakan moneter, karena mereka khawatir terhadap potensi penurunan dalam pasar tenaga kerja. Sikap dovish ini menambah kekuatan bagi sentimen pasar yang bullish terhadap logam mulia, termasuk perak. [newsmaker.id]

Potensi Level Resisten dan Strategi Perdagangan

Secara teknikal, harga perak mendekati level tertingginya sepanjang masa di $58,90, menunjukkan bahwa meski harganya telah naik signifikan, momentum bullish masih bisa terbuka untuk kelanjutan reli. Fase koreksi sebelumnya di $56,50 bisa dilihat sebagai pijakan untuk melanjutkan tren naik yang lebih tinggi. Jika momentum terus terjaga, level psikologis mendekati rekor bisa kembali diuji. [newsmaker.id]

Ringkasan Faktor Pendorong

Faktor Dampak pada Harga Perak
Kekurangan pasokan global Mendorong harga spot naik
Ekspektasi pemangkasan suku bunga Mengurangi biaya peluang, menarik investor
Data tenaga kerja lemah Menambah sentimen dovish terhadap The Fed
Sikap dovish pejabat FOMC Menguatkan ekspektasi pelonggaran
Spekulasi versus pernyataan Powell Menciptakan volatilitas dan momentum

Implikasi bagi Investor dan Industri

Reli perak kali ini memberi beberapa implikasi penting:

  1. Investor Safe-Haven
    Dengan harapan suku bunga turun dan kondisi ekonomi seperti melemah, perak menarik investor yang mencari aset untuk lindung nilai atau spekulasi jangka pendek.
  2. Industri dan Permintaan Fisik
    Terbatasnya pasokan membuat tekanan tambahan pada sumber fisik yang dibutuhkan berbagai industri—mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga penggunaan ilmiah.
  3. Risiko Volatilitas
    Meski tren bullish kuat, pasar juga rentan terhadap perubahan data ekonomi AS atau pernyataan The Fed yang bisa membalik arah pandangan pasar dengan cepat.

Outlook Kedepan

Kelanjutan tren perak sangat bergantung pada dua hal utama:

  • Keputusan resmi The Fed
    Jika suku bunga benar-benar dipangkas, momentum perak bisa berlanjut menuju atau melampaui posisi rekor. Namun, jika The Fed menahan diri atau tanda-tanda bull run melemah, harga bisa terkoreksi.
  • Ketersediaan pasokan global
    Jika defisit pasokan tetap tajam, tekanan harga fisik akan semakin kuat dan harga akan terjaga di level tinggi bahkan saat koreksi teknikal.

Kesimpulan

Perak kembali menunjukkan performa kuat, dipicu oleh kombinasi ketatnya pasokan dan ekspektasi pelonggaran moneter oleh The Fed. Volatilitas pasar semakin tinggi dengan adanya spekulasi perbedaan arah antara pasar dan kebijakan resmi Powell, serta data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Pelaku pasar akan sangat memperhatikan pergerakan suku bunga di awal Desember, karena momen itulah yang berpotensi menentukan masa depan harga perak—apakah akan tembus rekor baru atau mengalami koreksi moderat.

Sumber: Bloomberg.com, Newsmaker

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment