Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Lonjakan Harga Emas: Apa yang Mendorong Kenaikan Drastis?

03:12 11 November in Gold
0 Comments
0

Harga emas kembali mencatatkan kenaikan signifikan, dengan lonjakan hingga 3% dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini menandai tren penguatan mingguan yang cukup mencolok, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Artikel ini akan mengulas faktor-faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas secara drastis, berdasarkan laporan dari NewsMaker.id.

Ketidakpastian Global dan Kebijakan Tarif AS

Salah satu pemicu utama lonjakan harga emas adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, yang dipicu oleh kebijakan tarif perdagangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pemerintah AS baru-baru ini memberlakukan tarif impor hingga 50% terhadap sejumlah mitra dagang regional. Meskipun beberapa negara seperti Uni Eropa telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif, pasar tetap khawatir terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan proteksionis ini.

Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mencari aset safe haven seperti emas, yang secara historis dianggap sebagai pelindung nilai di tengah gejolak ekonomi dan politik. Akibatnya, harga emas spot naik 0,1% menjadi $3.397,69 per ons, sementara emas berjangka COMEX untuk pengiriman Desember melonjak 1% ke $3.488,32 per ons.

Tarif Impor untuk Batangan Emas

Kebijakan tarif AS tidak hanya berdampak pada barang-barang konsumsi, tetapi juga menyasar komoditas strategis seperti emas. Pemerintah AS, melalui Badan Bea Cukai (CBP), menetapkan bahwa batangan emas 1 kilogram dan 100 ons kini dikenakan bea masuk. Ini mengejutkan pasar, karena sebelumnya emas dianggap akan dikecualikan dari kebijakan tarif tersebut.

Batangan emas 1 kilogram merupakan bentuk paling umum yang diperdagangkan di pasar COMEX, dan sebagian besar berasal dari Swiss. Negara tersebut kini menghadapi tarif ekspor sebesar 39% ke AS, yang berpotensi mengganggu perdagangan emas global. Lonjakan harga emas berjangka COMEX minggu ini sebagian besar dipicu oleh kabar ini, bahkan kenaikannya melampaui harga emas spot.

Pembelian Emas oleh Bank Sentral China

Faktor lain yang turut mendorong harga emas adalah pembelian besar-besaran oleh bank sentral, khususnya Bank Rakyat China (PBoC). Dalam sembilan bulan berturut-turut, China terus menambah cadangan emasnya. Pada bulan Juli saja, cadangan emas China bertambah 60.000 troy ons, sehingga totalnya mencapai 73,96 juta troy ons.

Langkah ini menunjukkan strategi diversifikasi cadangan devisa oleh China, sekaligus memperkuat posisi emas sebagai aset strategis di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Pelemahan Dolar dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Pelemahan dolar AS juga menjadi katalis positif bagi harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli internasional, sehingga meningkatkan permintaan. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan September semakin menguat, menyusul data pasar tenaga kerja yang lemah.

Lingkungan suku bunga rendah biasanya mendukung harga emas, karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset non-yield seperti emas. Christopher Waller, salah satu kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, dikenal mendukung kebijakan pemangkasan suku bunga, yang semakin memperkuat sentimen positif terhadap emas.

Dampak Terhadap Logam Lain dan Pasar Komoditas

Kenaikan harga emas juga berdampak pada pergerakan logam lainnya. Perak spot naik 0,8% ke $38,623 per ons, sementara platinum spot turun tipis 0,1% ke $1.353,75 per ons. Kontrak berjangka tembaga COMEX naik 0,7% ke $4,4287 per pound, meskipun sempat menembus $5 per pound karena kekhawatiran tarif 50%.

Namun, harga tembaga mundur kembali setelah tembaga olahan dikecualikan dari tarif. Ini menunjukkan bahwa pasar komoditas secara keseluruhan sangat sensitif terhadap kebijakan perdagangan dan geopolitik.

Kesimpulan: Emas Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Ketidakpastian

Lonjakan harga emas baru-baru ini mencerminkan kombinasi dari berbagai faktor: kebijakan tarif AS, pembelian oleh bank sentral, pelemahan dolar, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat, emas kembali membuktikan dirinya sebagai aset yang aman dan menarik bagi investor.

Dengan dinamika geopolitik dan ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda stabil, prospek harga emas ke depan masih terbuka untuk terus menguat. Para pelaku pasar dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan global dan data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan logam mulia ini.

Sumber: Reuters.com

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment