Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Perak Stabil di $48,8: Redanya Ketegangan AS-Tiongkok dan Dampaknya pada Pasar

06:35 03 November in Gold
0 Comments
0

Harga perak menunjukkan stabilitas di kisaran $48,8 per ons pada awal pekan ini, tepatnya Senin, 3 November 2025. Setelah mengalami volatilitas tinggi pada pekan sebelumnya, pasar logam mulia kini mulai menunjukkan tanda-tanda konsolidasi. Stabilitas ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta perubahan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) yang turut memengaruhi dinamika pasar.

Ketegangan AS-Tiongkok Mulai Mereda

Salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar logam mulia, termasuk perak, adalah hubungan geopolitik antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia: Amerika Serikat dan Tiongkok. Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara kedua negara sempat meningkat akibat isu perdagangan, teknologi, dan geopolitik di kawasan Asia-Pasifik.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, terdapat sinyal positif dari kedua belah pihak yang menunjukkan keinginan untuk meredakan konflik. Langkah diplomatik yang lebih terbuka serta pernyataan dari pejabat tinggi kedua negara mengenai pentingnya stabilitas global telah memberikan angin segar bagi pasar. Investor pun mulai mengurangi ekspektasi terhadap lonjakan permintaan aset safe haven seperti perak, yang biasanya meningkat saat ketegangan memuncak.

Respons Pasar terhadap Kebijakan The Fed

Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter dari bank sentral AS juga menjadi sorotan utama. The Fed baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sebuah langkah yang telah lama dinantikan oleh pasar. Pemangkasan ini dilakukan sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi global dan tekanan inflasi yang mulai mereda.

Bagi pasar perak, kebijakan ini memiliki dampak ganda. Di satu sisi, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan dolar AS, yang secara historis mendorong harga logam mulia naik. Namun di sisi lain, ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan menahan diri dari pemangkasan lebih lanjut membuat pasar bergerak lebih hati-hati.

Volatilitas Tinggi di Pekan Sebelumnya

Sebelum mencapai stabilitas di level $48,8, harga perak sempat mengalami fluktuasi tajam. Volatilitas ini dipicu oleh kombinasi faktor global, termasuk ketidakpastian arah kebijakan moneter, data ekonomi yang bervariasi, serta dinamika pasar energi dan komoditas lainnya.

Pada pekan lalu, harga perak sempat menyentuh kisaran $46 hingga $49 per ons, mencerminkan ketidakpastian investor dalam membaca arah pasar. Namun, dengan mulai jelasnya arah kebijakan The Fed dan meredanya ketegangan geopolitik, pasar kini mulai menunjukkan kecenderungan untuk konsolidasi.

Perbandingan dengan Emas

Menariknya, pergerakan harga perak terjadi bersamaan dengan koreksi harga emas. Emas, yang biasanya menjadi indikator utama dalam pasar logam mulia, sempat turun di bawah $4.000 per ons setelah Tiongkok menghapus insentif pajak untuk pengecer emas. Kebijakan ini diperkirakan akan menurunkan permintaan emas di pasar domestik Tiongkok, yang merupakan salah satu konsumen terbesar logam mulia tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun emas dan perak sering bergerak searah, keduanya juga dapat menunjukkan perbedaan respons terhadap faktor fundamental tertentu. Dalam hal ini, perak tampaknya lebih stabil karena didukung oleh permintaan industri yang tetap kuat, terutama dari sektor teknologi dan energi terbarukan.

Prospek Jangka Pendek dan Jangka Menengah

Melihat ke depan, prospek harga perak akan sangat bergantung pada beberapa faktor utama:

  1. Kebijakan Moneter Global: Jika The Fed dan bank sentral lainnya melanjutkan pelonggaran moneter, maka perak berpotensi menguat lebih lanjut.
  2. Stabilitas Geopolitik: Redanya ketegangan AS-Tiongkok dapat menurunkan permintaan safe haven, namun juga bisa meningkatkan aktivitas ekonomi global yang pada akhirnya mendukung permintaan industri terhadap perak.
  3. Permintaan Industri: Perak memiliki peran penting dalam sektor industri, terutama dalam produksi panel surya, kendaraan listrik, dan perangkat elektronik. Permintaan dari sektor-sektor ini akan menjadi penopang utama harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Kesimpulan

Stabilitas harga perak di kisaran $48,8 per ons mencerminkan respons pasar terhadap dua faktor utama: meredanya ketegangan antara AS dan Tiongkok serta kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif. Meskipun volatilitas masih mungkin terjadi, terutama jika muncul ketidakpastian baru, prospek jangka menengah perak tetap positif, terutama dengan dukungan dari sektor industri.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi di pasar logam mulia. Perak, dengan karakteristiknya yang unik sebagai aset safe haven sekaligus komoditas industri, tetap menjadi instrumen yang menarik dalam portofolio investasi jangka panjang.

Sumber: Newsmaker.id, ewfpro

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment