Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Lesu di Tengah Penurunan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

01:59 20 October in Gold
0 Comments
0

Stabilitas Harga di Tengah Ketidakpastian

Harga emas menunjukkan pergerakan yang relatif stabil pada awal sesi Asia, diperdagangkan di sekitar US$3.335 per ons. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang simposium Federal Reserve di Jackson Hole, di mana arah kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Penurunan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan harga emas.

Data Manufaktur AS Menambah Kekhawatiran Inflasi

Salah satu pemicu utama penurunan harapan terhadap pemangkasan suku bunga adalah rilis data manufaktur AS yang menunjukkan ekspansi tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Permintaan yang kuat mendorong aktivitas manufaktur, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran baru bagi pembuat kebijakan terkait potensi tekanan inflasi. Hal ini membuat para pejabat Federal Reserve lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait suku bunga.

Spekulasi Rate Cut Menurun Tajam

Pasar keuangan sebelumnya mematok peluang lebih dari 90% untuk penurunan suku bunga pada bulan depan. Namun, angka tersebut kini turun menjadi sekitar 73%. Penurunan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang lebih realistis terhadap kemungkinan langkah dovish dari The Fed. Pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan pada simposium di Wyoming menjadi momen krusial yang dinantikan pelaku pasar.

Sikap Hawkish Pejabat The Fed

Menjelang pidato Powell, beberapa pejabat Federal Reserve telah menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish. Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan mendukung penurunan suku bunga jika keputusan harus diambil saat ini. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa The Fed masih melihat inflasi sebagai ancaman yang belum sepenuhnya mereda.

Dampak Geopolitik dan Pembelian Bank Sentral

Meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga menurun, harga emas tetap mencatat kenaikan signifikan sepanjang tahun ini. Ketegangan geopolitik global dan pembelian emas oleh bank sentral menjadi faktor pendukung utama. Pada bulan April, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi, menunjukkan bahwa logam mulia ini tetap menjadi aset lindung nilai yang diminati di tengah ketidakpastian global.

Pergerakan Harga dalam Kisaran Terbatas

Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan harga emas cenderung berada dalam kisaran yang sempit. Meskipun demikian, sejumlah pengamat pasar, termasuk dari UBS Group AG, memperkirakan masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Hal ini didasarkan pada potensi pelonggaran kebijakan moneter di masa depan dan kondisi geopolitik yang belum stabil.

Kondisi Pasar Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan yang bervariasi. Platinum dan perak tercatat mengalami penurunan, sementara paladium bergerak mendatar. Bloomberg Dollar Spot Index sedikit melemah, yang biasanya menjadi faktor pendukung bagi harga emas, karena melemahnya dolar membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Kesimpulan: Emas Masih Menarik di Tengah Ketidakpastian

Meskipun saat ini emas menunjukkan performa yang lesu, prospek jangka menengah hingga panjang masih cukup menjanjikan. Penurunan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga memang menahan laju kenaikan, namun faktor-faktor lain seperti ketegangan geopolitik, pembelian oleh bank sentral, dan potensi pelonggaran kebijakan moneter tetap menjadi pendorong utama. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment