Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Harga Perak Terkoreksi di Level $43.958: Apa yang Terjadi di Pasar Komoditas?

01:30 24 September in Gold
0 Comments
0

Perak Sempat Menyentuh Level Tertinggi dalam 14 Tahun

Harga perak sempat diperdagangkan di atas $42 per ons, menandai pencapaian tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Ketika investor mulai mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter, aset-aset safe haven seperti perak dan emas mengalami peningkatan permintaan.

Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Penguatan dolar AS menjelang keputusan kebijakan moneter memicu tekanan jual pada perak. Akibatnya, harga perak mengalami koreksi selama tiga sesi berturut-turut, hingga akhirnya “nge-rem” di level $43.958.

Dampak Keputusan The Fed terhadap Harga Perak

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00–4,25% menjadi titik balik bagi pasar. Meskipun pemangkasan ini sesuai ekspektasi, sikap hati-hati bank sentral terhadap pelonggaran lebih lanjut membuat pelaku pasar bersikap waspada.

Penurunan harga perak selama beberapa hari mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan. Namun, menjelang akhir pekan, harga perak kembali pulih dengan kenaikan lebih dari 2%, didorong oleh optimisme bahwa pemangkasan suku bunga akan berlanjut.

Tinjauan Teknikal: Strategi Perdagangan Perak

Dari sisi teknikal, analis memberikan dua skenario perdagangan untuk perak:

  • Skenario Buy: Masuk di level $43.795, dengan target take profit di $45.415 dan stop loss di $43.500.
  • Skenario Sell: Masuk di level $42.565, dengan target take profit di $41.355 dan stop loss di $42.984.

Strategi ini menunjukkan bahwa pasar masih melihat peluang volatilitas yang cukup besar dalam jangka pendek, dengan potensi pergerakan dua arah tergantung pada sentimen makroekonomi dan data ekonomi AS.

Emas Cetak Rekor, Minyak Tertekan

Sementara perak mengalami fluktuasi, komoditas lain menunjukkan dinamika yang berbeda. Emas mencetak rekor sepanjang masa, menembus level $3.685 per ons dan bahkan sempat menyentuh $3.707,40. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury, serta data ekonomi AS yang solid.

Namun, aksi ambil untung (profit taking) dan penguatan dolar AS sempat menekan harga emas. Menjelang akhir pekan, emas kembali menguat sekitar 0,8%, menutup kenaikan beruntun kelima dan mempertahankan tren bullish. Proyeksi analis menyebutkan bahwa harga emas bisa mencapai $4.000 sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, harga minyak mengalami tekanan. Awalnya, minyak menguat tajam setelah serangan drone Ukraina ke infrastruktur energi Rusia dan desakan Presiden AS Donald Trump agar NATO menghentikan impor minyak Rusia. Brent naik hingga +1,5%, sementara WTI menanjak +1,9%.

Namun, data menunjukkan peningkatan stok distilat di AS, yang menekan harga minyak meskipun persediaan minyak mentah menurun. Pada akhir pekan, minyak kembali turun sekitar -1%, terbebani oleh pasokan global yang kuat dan permintaan yang melemah.

Sentimen Pasar dan Prospek Komoditas

Secara keseluruhan, pasar komoditas saat ini berada dalam fase yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan geopolitik. Perak, sebagai aset safe haven, menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap perubahan suku bunga dan ekspektasi inflasi.

Optimisme terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut menjadi katalis utama bagi pergerakan harga perak dan emas. Namun, volatilitas tetap tinggi, terutama karena ketidakpastian global dan data ekonomi yang fluktuatif.

Kesimpulan: Perak Masih Menarik, Tapi Waspadai Volatilitas

Harga perak yang “nge-rem” di level $43.958 mencerminkan fase konsolidasi setelah reli tajam. Meskipun prospek jangka menengah masih positif, investor perlu mewaspadai risiko koreksi akibat penguatan dolar atau perubahan arah kebijakan The Fed.

Bagi trader dan investor, pendekatan yang fleksibel dan berbasis analisis teknikal serta fundamental menjadi kunci untuk menghadapi dinamika pasar komoditas saat ini. Perak tetap menjadi instrumen menarik, terutama dalam konteks ketidakpastian global, namun kehati-hatian tetap diperlukan dalam mengambil keputusan investasi.

Harga Perak pada saat Analisa ini di rilis berada pada level  $ 43.958

– Beli jika harga bergerak dalam kisaran $ 44.398

– Jual jika harga bergerak dalam kisaran $ 44.098

 

Resistance 2: $ 44.998

Resistance 1: $ 44.698

 

Support 1: $ 43.798

Support 2: $ 43.498

Pernyataan:

Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Sumber: Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment