Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Naik Tipis: Investor Menanti Keputusan FOMC dan Pidato Powell

01:08 17 September in Gold
0 Comments
0

Harga emas mengalami kenaikan tipis menjelang pidato penting Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Jackson Hole, Wyoming. Kenaikan ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang tengah menimbang arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian global dan tekanan politik domestik.

Prospek Pemangkasan Suku Bunga Dorong Harga Emas

Harga emas batangan diperdagangkan mendekati level $3.330 per ons, mencerminkan optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Swap pasar menunjukkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas biaya pinjaman sebesar seperempat poin pada bulan depan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbunga seperti obligasi. [News Maker…Kebijakan]

Namun, jalur pelonggaran moneter ini tidak sepenuhnya mulus. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada minggu sebelumnya telah membuat sebagian pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada dorongan untuk pelonggaran, The Fed tetap harus berhati-hati dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Tekanan Politik dan Ketegangan Geopolitik

Selain faktor ekonomi, tekanan politik juga turut memengaruhi arah kebijakan moneter. Presiden Donald Trump secara terbuka mendorong pengurangan suku bunga yang lebih besar, bahkan menyuarakan kekhawatiran terhadap tarif impor yang mencapai tingkat tertinggi dalam satu abad. Powell sendiri telah menyatakan keprihatinannya terhadap dampak tarif tersebut terhadap perekonomian AS. [News Maker…Kebijakan]

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina juga menjadi sorotan pasar. Upaya diplomatik antara Presiden Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskiy untuk mencapai gencatan senjata dinilai dapat meredakan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, kesepakatan damai masih sulit dicapai, sehingga ketidakpastian tetap tinggi dan mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai.

Dukungan Fundamental: Bank Sentral dan ETF

Kenaikan harga emas sepanjang tahun ini juga didorong oleh faktor fundamental yang kuat. Pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara serta arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) telah memberikan dukungan signifikan terhadap harga. Emas telah mencatat kenaikan lebih dari seperempat sejak awal tahun, meskipun sebagian besar kenaikan terjadi pada empat bulan pertama saat harga mencapai rekor sekitar $3.500 per ons pada bulan April. [News Maker…Kebijakan]

Bank-bank besar seperti UBS Group AG dan Citigroup Inc. memperkirakan bahwa masih ada ruang untuk kenaikan lebih lanjut. Meskipun harga emas saat ini diperdagangkan dalam kisaran yang relatif ketat, prospek pemangkasan suku bunga dan ketidakpastian global diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap logam mulia ini.

Pergerakan Harga dan Komoditas Lain

Pada perdagangan terakhir, harga emas spot naik 0,4% menjadi $3.329,69 per ons pada pukul 12:22 siang waktu London. Sementara itu, indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat datar, menunjukkan stabilitas dolar AS di tengah ekspektasi pasar. Di antara logam mulia lainnya, perak dan paladium mengalami penurunan, sedangkan platinum mencatat kenaikan. [News Maker…Kebijakan]

Untuk logam dasar, tembaga turun 0,2% menjadi $9.675,50 per ton di London Metal Exchange. Aluminium dan seng sedikit menguat, mencerminkan dinamika pasar komoditas yang kompleks dan saling terkait dengan kebijakan moneter serta kondisi ekonomi global.

Penutup: Menanti Sinyal dari Powell

Pasar kini menantikan pidato tahunan Jerome Powell di Jackson Hole sebagai momen penting untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter AS ke depan. Keputusan The Fed akan sangat menentukan pergerakan harga emas dalam beberapa bulan mendatang. Jika Powell memberikan sinyal kuat mengenai pemangkasan suku bunga, maka harga emas berpotensi melanjutkan tren naiknya.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar, termasuk data inflasi, tekanan politik, dan perkembangan geopolitik. Dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian ini, emas tetap menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai, meskipun volatilitas tetap menjadi tantangan.

Sumber: Dow Jones Newswires, Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment