Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Mendekati Rekor Tertinggi: Apa yang Mendorong Lonjakan Harga?

07:26 08 September in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia terus menunjukkan performa impresif, mendekati level tertinggi sepanjang masa di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Pada Senin pagi, harga spot emas tercatat stabil di angka $3.586,81 per ons, hanya sedikit di bawah rekor $3.599,89 yang dicapai pada Jumat sebelumnya.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu Utama

Lonjakan harga emas ini sebagian besar dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Pertumbuhan pekerjaan di bulan Agustus melambat secara signifikan, sementara tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam hampir empat tahun, yaitu 4,3%. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan mendatang.

Menurut analis pasar dari Capital.com, Kyle Rodda, “Semua angin sedang bertiup ke arah emas saat ini. Kecuali ada kejutan inflasi minggu ini, kita akan melihat pengujian serius terhadap level $3.600”.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Para trader kini telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini, dengan peluang sebesar 8% untuk pemangkasan jumbo sebesar 50 basis poin, menurut alat CME FedWatch. Pemangkasan suku bunga biasanya menguntungkan emas karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas.

Selain itu, suku bunga yang lebih rendah juga cenderung melemahkan dolar AS, membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Faktor-Faktor Pendukung Lainnya

Kenaikan harga emas tahun ini tidak hanya didorong oleh kebijakan moneter, tetapi juga oleh berbagai faktor lain:

  • Pelemahan Dolar AS: Dolar yang lemah meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
  • Pembelian oleh Bank Sentral: Bank Sentral Tiongkok menambah cadangan emasnya pada bulan Agustus, menandai bulan ke-10 berturut-turut pembelian emas.
  • Ketidakpastian Geopolitik dan Ekonomi: Ketegangan global dan ketidakpastian ekonomi mendorong investor mencari aset aman seperti emas.
  • Kebijakan Moneter yang Melunak: Sikap dovish dari bank sentral di berbagai negara memperkuat prospek kenaikan harga emas.

Spekulasi dan Posisi Pasar

Data terbaru menunjukkan bahwa para spekulan emas meningkatkan posisi beli bersih mereka sebanyak 20.740 kontrak menjadi total 168.862 kontrak pada minggu yang berakhir 2 September. Ini mencerminkan sentimen pasar yang sangat bullish terhadap emas.

Fokus Selanjutnya: Laporan Inflasi AS

Pasar kini menantikan laporan inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis. Laporan ini diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Jika inflasi tetap jinak, maka peluang pemangkasan suku bunga akan semakin besar, yang bisa mendorong harga emas ke level baru.

Kinerja Logam Mulia Lainnya

Sementara emas mencuri perhatian, logam mulia lainnya menunjukkan pergerakan beragam:

  • Perak: Turun 0,5% menjadi $40,75 per ons.
  • Platinum: Naik tipis 0,1% ke $1.374,35 per ons.
  • Palladium: Stabil di $1.109,71 per ons.

Kesimpulan: Emas Tetap Menjadi Pilihan Utama

Dengan kombinasi pelemahan data ekonomi AS, ekspektasi pemangkasan suku bunga, dan ketidakpastian global, emas terus menunjukkan kekuatannya sebagai aset lindung nilai. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas akan menembus level psikologis $3.600 dan menetapkan rekor baru.

Investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter, karena keduanya akan sangat menentukan arah harga emas dalam waktu dekat.

 

Source: Reuters, Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment