PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Bertahan di Level Rendah Menjelang Pidato Powell: Ketidakpastian Pasar Meningkat
Harga emas global menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil namun berada di level rendah menjelang pidato penting dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Ketidakpastian pasar, data ekonomi Amerika Serikat, serta dinamika politik antara Presiden Donald Trump dan Powell menjadi faktor utama yang memengaruhi arah harga logam mulia ini.
Data Ekonomi AS Tekan Harga Emas
Pada akhir Juli 2025, harga emas batangan diperdagangkan mendekati level $3.370 per ons, turun sekitar 0,6% dari hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, dengan klaim tunjangan pengangguran turun selama enam minggu berturut-turut—tren terpanjang sejak 2022
Kuatnya data ini mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi, yang biasanya memberi tekanan pada emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Akibatnya, investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat. Kini, pemangkasan pertama diperkirakan baru akan terjadi pada Oktober, dengan total pemangkasan tahun ini kemungkinan kurang dari dua kali
Ketegangan Politik Trump–Powell Ikut Berperan
Selain faktor ekonomi, dinamika politik antara Presiden Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell turut memengaruhi sentimen pasar. Ketegangan meningkat setelah keduanya saling serang terkait renovasi kantor pusat bank sentral. Meskipun Trump menyatakan tidak akan memecat Powell, spekulasi tersebut sempat mengguncang pasar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven
Pemecatan Powell menjelang akhir masa jabatannya pada 2026 akan mempertanyakan independensi The Fed, yang bisa memicu pelarian investor dari aset berisiko ke aset lindung nilai seperti emas. Meski akhirnya Trump membantah rencana pemecatan, kekhawatiran terhadap intervensi politik tetap membayangi pasar
Konsolidasi Harga Emas: Antara Tekanan dan Potensi Kenaikan
Secara teknikal, harga emas saat ini berada dalam fase konsolidasi. Emas spot (XAU/USD) bergerak dalam kisaran $3.300 – $3.350 per troy ounce, setelah sempat menguji level support penting. Indikator RSI menunjukkan sinyal melemah menuju zona oversold, menandakan potensi rebound jika ada katalis positif
Level resistance utama berada di kisaran $3.350 – $3.365. Jika harga mampu menembus level ini, maka ada peluang untuk melanjutkan kenaikan ke kisaran $3.380 – $3.400. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membawa harga turun ke zona kunci $3.240 – $3.250
Faktor Fundamental Tetap Mendukung Emas
Meskipun tekanan jangka pendek cukup kuat, latar belakang fundamental tetap mendukung harga emas. Ketegangan geopolitik antara China dan Taiwan, konflik di Ukraina, serta ketidakpastian hasil negosiasi tarif AS–China mendorong investor mencari aset lindung nilai. Selain itu, tekanan terhadap dolar AS akibat tingginya utang pemerintah dan potensi perubahan arah kebijakan moneter The Fed membuat emas makin menarik
Menurut survei dari World Gold Council, sekitar 95% bank sentral di dunia kini menjadikan emas sebagai bagian dari strategi cadangan devisa mereka. Arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan pembelian oleh bank sentral juga menjadi faktor pendukung utama kenaikan harga emas sepanjang tahun ini
Prospek Ke Depan: Menanti Pidato Powell dan Data Ekonomi
Pasar emas saat ini berada dalam posisi menunggu. Fokus utama pelaku pasar adalah pidato Jerome Powell yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, data ekonomi penting dari AS seperti inflasi, aktivitas manufaktur, dan penjualan ritel juga akan menjadi penentu arah harga emas dalam beberapa minggu ke depan
Jika Powell memberikan sinyal dovish atau menunjukkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, maka peluang pemangkasan suku bunga akan meningkat, yang bisa mendorong harga emas naik. Sebaliknya, jika pidato Powell menunjukkan sikap hawkish, maka tekanan terhadap emas kemungkinan akan berlanjut.
Sumber: Bloomberg, Newsmaker.id
No Comments