Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Sentimen The Fed Melemah, Harga Emas Kembali Tertekan

03:05 15 August in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia kembali mengalami tekanan setelah sempat menunjukkan penguatan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini terjadi seiring dengan memudarnya sentimen positif terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed), yang sebelumnya menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia tersebut.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mulai Luntur

Salah satu faktor utama yang sebelumnya mendukung harga emas adalah ekspektasi bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga acuannya. Namun, data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis belakangan ini menunjukkan ketahanan yang cukup kuat, terutama di sektor tenaga kerja dan inflasi. Hal ini membuat pelaku pasar mulai meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Kondisi ini menyebabkan investor mulai mengalihkan aset mereka dari emas ke instrumen yang lebih berisiko, seperti saham dan obligasi, yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Akibatnya, harga emas spot turun ke kisaran US$3.300 – 3.350 per troy ounce, setelah sebelumnya sempat menguji level resistance yang lebih tinggi.

Dolar AS Menguat, Tekan Harga Emas

Selain faktor suku bunga, penguatan dolar AS juga menjadi tekanan tambahan bagi harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, penguatan mata uang ini membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung menurun.

Penguatan dolar sendiri didorong oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta pernyataan dari beberapa pejabat The Fed yang cenderung hawkish, menandakan bahwa bank sentral AS belum akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

Ketegangan Geopolitik Tak Cukup Dorong Harga

Meskipun ketegangan geopolitik global masih berlangsung—seperti konflik di Ukraina, ketegangan antara China dan Taiwan, serta ketidakpastian dalam hubungan dagang AS–China—faktor-faktor ini belum cukup kuat untuk menopang harga emas secara signifikan. Investor tampaknya lebih fokus pada arah kebijakan moneter dan data ekonomi AS sebagai penentu utama arah pasar.

Bank Sentral Dunia Masih Dukung Emas

Di sisi lain, dukungan terhadap emas masih datang dari pembelian oleh bank sentral global. Menurut survei dari World Gold Council, sekitar 95% bank sentral di dunia masih menjadikan emas sebagai bagian dari strategi cadangan devisa mereka. Ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang penting, terutama di tengah ketidakpastian global.

Analisis Teknikal: Konsolidasi dan Potensi Koreksi

Secara teknikal, harga emas saat ini berada dalam fase konsolidasi. Indikator RSI menunjukkan sinyal melemah menuju zona oversold, yang berarti tekanan jual masih cukup kuat. Level support terdekat berada di kisaran US$3.275 – 3.280, sementara resistance utama berada di US$3.350 – 3.365.

Jika harga berhasil menembus resistance di atas US$3.365, maka ada peluang untuk melanjutkan kenaikan ke kisaran US$3.380 – 3.400. Namun, jika gagal mempertahankan support, harga emas bisa turun ke zona kunci US$3.240 – 3.250.

Fokus Pasar: Data Ekonomi dan Keputusan The Fed

Ke depan, fokus utama pelaku pasar adalah pada data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi (CPI) dan data ketenagakerjaan (NFP), yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed. Selain itu, perkembangan dalam perundingan dagang AS–China juga akan menjadi perhatian, karena dapat mempengaruhi sentimen risiko global.

Kesimpulan: Emas Masih dalam Tekanan, Tapi Potensi Tetap Ada

Meskipun saat ini harga emas berada dalam tekanan akibat memudarnya sentimen dovish dari The Fed dan penguatan dolar AS, prospek jangka panjang logam mulia ini masih tetap positif. Ketidakpastian global, pembelian oleh bank sentral, serta potensi perubahan arah kebijakan moneter di masa depan tetap menjadi faktor pendukung utama bagi emas.

Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan makroekonomi global dan menggunakan pendekatan yang seimbang antara analisis fundamental dan teknikal dalam mengambil keputusan investasi.

Harga Emas saat berita ini ditulis berada pada level $3.339/Toz.

– Beli jika harga bergerak ke sekitar $3.346

– Jual jika harga bergerak sekitar $3.332

Resistensi 2: $3.360

Resistensi 1 : $3.353

Support 1 : $3.325

Support 2: $3.318

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini analisis hanya dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam bertransaksi sebelum mengambil keputusan investasi.

Sumber: Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment