PT Equitywolrd Futures Cyber2 Jakarta – Prospek Bullish Perak di Tengah Tekanan Dolar AS
Ketahanan Perak di Tengah Volatilitas Pasar
Harga perak menunjukkan ketahanan yang luar biasa meskipun berada di bawah tekanan dari penguatan dolar AS. Sepanjang tahun 2025, perak telah mengalami kenaikan signifikan, mencapai lebih dari 36% year-to-date hingga Juli
Lonjakan ini mencerminkan minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik.
Faktor Fundamental yang Mendukung Kenaikan
Beberapa faktor fundamental mendukung prospek bullish perak:
- Defisit Pasokan Global
Produksi perak global mengalami penurunan signifikan pasca pandemi, sementara permintaan industri terus meningkat. Defisit pasokan diperkirakan mencapai 148 juta ons pada 2024 dan sekitar 118 juta ons di 2025Ketidakseimbangan ini menjadi pendorong utama kenaikan harga.
- Permintaan Industri yang Kuat
Perak memainkan peran penting dalam teknologi energi terbarukan seperti panel surya, kendaraan listrik, dan perangkat elektronik. Lonjakan permintaan dari sektor ini memperkuat posisi perak sebagai komoditas strategis. - Ekspektasi Kebijakan Moneter
Meskipun data ekonomi AS seperti Employment Cost Index dan PCE Price Index menunjukkan kekuatan dolar, ekspektasi bahwa The Fed akan menunda penurunan suku bunga tetap menjadi faktor yang membatasi tekanan terhadap perak. Jika suku bunga diturunkan, harga perak berpotensi naik lebih tinggi.
Koreksi Sehat atau Awal Penurunan?
Pada awal Agustus 2025, harga perak sempat tersandung ke level $36 per ounce, memicu pertanyaan apakah ini merupakan koreksi sehat atau awal dari penurunan lanjutan
Banyak trader dan institusi mengambil keuntungan setelah reli besar, namun koreksi ini dianggap wajar dalam konteks teknikal.
Pasar saat ini menunggu konfirmasi fundamental lanjutan sebelum melanjutkan tren naik. Polling terbaru dari Reuters bahkan merevisi target harga perak ke kisaran $34–$40 per ounce dalam 6–12 bulan ke depan, mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka menengah.
Tantangan dari Dolar AS dan Kebijakan The Fed
Penguatan dolar AS menjadi tantangan utama bagi perak. Ketika dolar menguat, harga perak menjadi lebih mahal bagi pembeli non-dolar, sehingga permintaan cenderung menurun. Selain itu, komentar hawkish dari pejabat The Fed dan data tenaga kerja yang solid telah meredam harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, potensi konflik geopolitik dan ketegangan perdagangan global tetap menjaga minat terhadap perak sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian ini menjadi katalis positif bagi harga perak dalam jangka menengah.
Analisis Teknikal: Level Kritis dan Potensi Breakout
Secara teknikal, perak berada di kisaran resistance penting sekitar $37 per ounce. Jika level ini berhasil ditembus, terbuka potensi kenaikan lanjutan menuju $38–$39 per ounce. Namun, tanpa konfirmasi breakout, pergerakan harga masih rentan terhadap tekanan eksternal seperti imbal hasil obligasi dan kebijakan moneter.
Kesimpulan: Optimisme Tetap Terjaga
Meskipun menghadapi tekanan dari penguatan dolar dan ketidakpastian kebijakan The Fed, prospek bullish perak tetap terbuka. Dukungan dari defisit pasokan, permintaan industri yang kuat, dan minat terhadap aset safe haven menjadi fondasi utama bagi tren naik jangka menengah.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, namun optimisme terhadap perak sebagai komoditas strategis dalam transisi energi global dan ketidakpastian ekonomi tetap relevan.
Level Resistensi 2: $38.161
Level Resistensi 1: $37.956
Level Support 1: $37.606
Level Support 2: $37.401
PERNYATAAN
Catatan: Artikel ini hanyalah analisis dan bukan referensi definitif. Harap pertimbangkan aspek fundamental dan teknikal perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id
No Comments