Blog

PT Equityworld Futures Cyber2 Jakarta – Emas Bersinar di Tengah Ketegangan Global dan Kebijakan Moneter Baru

01:34 08 August in Gold
0 Comments
0

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan terakhir, didorong oleh kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Ketegangan dagang yang meningkat serta penunjukan Stephen Miran sebagai anggota sementara Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump menjadi pemicu utama lonjakan harga logam mulia ini.

Penunjukan Stephen Miran dan Dampaknya terhadap Kebijakan Moneter

Stephen Miran, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi AS, ditunjuk untuk menggantikan Adriana Kugler sebagai anggota sementara The Fed hingga Januari. Penunjukan ini dinilai strategis oleh banyak pelaku pasar, mengingat Miran dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap kebijakan suku bunga tinggi.

Pandangan Miran sejalan dengan keinginan Trump untuk mendorong pelonggaran moneter. Ekspektasi bahwa suku bunga akan diturunkan atau setidaknya tidak dinaikkan lebih lanjut memberikan dorongan positif bagi harga emas. Secara historis, suku bunga rendah membuat emas lebih menarik karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset non-yield seperti emas.

Tarif Baru AS dan Lonjakan Premi Emas

Selain faktor moneter, kebijakan perdagangan AS juga turut memengaruhi pasar emas. Laporan menyebutkan bahwa pemerintah AS mulai mengenakan tarif pada emas batangan seberat satu kilogram. Kebijakan ini mengejutkan pasar dan memicu lonjakan premi harga emas berjangka di New York.

Tarif ini dianggap sebagai bagian dari strategi proteksionis yang lebih luas, terutama dalam konteks perang dagang yang kembali memanas antara AS dan negara mitra seperti India dan Brasil. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mencari aset aman, dan emas kembali menjadi pilihan utama.

Harga Emas Mendekati Rekor, Logam Mulia Lainnya Melemah

Saat artikel ini ditulis, harga emas diperdagangkan di kisaran $3.393,85 per ons, sedikit terkoreksi dari level tertinggi sebelumnya yang mendekati $3.400. Meski demikian, emas masih mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 1%, menjadikannya sebagai salah satu aset dengan performa terbaik dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, logam mulia lainnya menunjukkan performa yang beragam. Palladium dan platinum mengalami pelemahan, sedangkan perak cenderung stabil. Perbedaan ini mencerminkan dinamika pasar yang lebih selektif dalam merespons ketidakpastian global.

Ketegangan Dagang dan Sentimen Risiko

Ketegangan dagang global menjadi latar belakang penting dalam pergerakan harga emas. Kebijakan tarif yang diterapkan AS tidak hanya berdampak pada perdagangan emas, tetapi juga memperburuk sentimen risiko secara umum. Investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke aset safe haven seperti emas.

Selain itu, ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, termasuk konflik regional dan ketidakpastian politik di negara-negara berkembang, turut memperkuat permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai.

Prospek Emas ke Depan

Dengan kombinasi faktor fundamental yang mendukung, prospek emas dalam jangka pendek hingga menengah terlihat positif. Penunjukan Stephen Miran membuka peluang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, sementara tarif baru dan ketegangan dagang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai.

Namun, investor tetap perlu mencermati perkembangan kebijakan The Fed secara keseluruhan, termasuk kemungkinan perubahan arah kebijakan setelah masa jabatan Miran berakhir. Selain itu, dinamika geopolitik dan data ekonomi global akan menjadi penentu utama arah harga emas ke depan.

Sumber: Newsmaker.id

News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Demo EWF

Demo Equityworld

No Comments

Post a Comment